Peserta Pilkada Kotim diimbau hindari kampanye hitam
Rabu, 14 Oktober 2020 23:04 WIB
Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi saat berbincang dengan salah satu wartawati di Sampit, Selasa (13/10/2020). ANTARA/Istimewa
Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi mengimbau pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menjadi peserta pilkada beserta tim dan pendukungnya, tidak melakukan kampanye hitam karena merupakan pelanggaran aturan.
"Kalau melakukan 'black campaign' maka itu melanggar aturan karena menyerang orang dengan hal-hal tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Itu juga merugikan pasangan calon lain," kata Supian Hadi di Sampit, Rabu.
Supian Hadi berharap pilkada Kotawaringin Timur berjalan aman, lancar, berkualitas dan sehat. Siapapun yang terpilih nantinya merupakan pilihan rakyat maka sudah seharusnya didukung semua pihak.
Untuk memuluskan langkah menuju kursi bupati dan wakil bupati, semua peserta pilkada diharapkan menempuh jalan yang baik dan tidak melanggar aturan. Persaingan harus dilakukan secara sehat dan tidak boleh sampai merugikan pasangan calon lainnya.
Peserta pilkada juga wajib membina dan mengarahkan tim sukses dan pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar aturan. Peserta pilkada bertanggung jawab secara moril atas tindakan tim dan pendukungnya, terlebih jika sampai merugikan peserta pilkada lainnya.
Semua pasangan calon diharapkan menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin, dimulai saat menjadi calon bupati dan wakil bupati ini. Mereka wajib mengarahkan agar tim pemenangan dan pendukung mereka tidak menyerang tim pasangan calon lainnya.
Baca juga: Dugaan pembunuhan perempuan di Sampit oleh pengusaha terungkap setelah tiga tahun
Calon bupati dan wakil bupati diharapkan memimpin tim untuk melakukan cara-cara yang baik. Jangan ada yang menjelek-jelekkan, apalagi memfitnah pasangan calon lainnya.
"Kalau saya secara pribadi, ada tim saya yang menjelekkan tim lain maka akan saya keluarkan. Kita lebih baik kehilangan satu orang, dari pada kehilangan 1000 orang. Kita sebagai pemimpin maka harus bertanggung jawab terhadap mereka," tegas Supian Hadi.
Menurut Supian, kampanye hitam justru akan merugikan diri sendiri dan organisasi atau tempat kita bernaung. Dia mengaku yakin masyarakat tidak akan simpatik dengan tim yang suka menyerang tim lain.
Sementara itu, pilkada Kotawaringin Timur diikuti empat pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur. Mereka adalah Halikinnor-Irawati, Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad, HM Taufiq Mukri-Supriadi serta HM Rudini Darwan Ali-H Samsudin.
Baca juga: Halikinnor siap 'tancap gas' lanjutkan pembangunan Kotim
Baca juga: Pemkab apresiasi konsistensi Akademi Jurnalistik PWI Kotim
"Kalau melakukan 'black campaign' maka itu melanggar aturan karena menyerang orang dengan hal-hal tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Itu juga merugikan pasangan calon lain," kata Supian Hadi di Sampit, Rabu.
Supian Hadi berharap pilkada Kotawaringin Timur berjalan aman, lancar, berkualitas dan sehat. Siapapun yang terpilih nantinya merupakan pilihan rakyat maka sudah seharusnya didukung semua pihak.
Untuk memuluskan langkah menuju kursi bupati dan wakil bupati, semua peserta pilkada diharapkan menempuh jalan yang baik dan tidak melanggar aturan. Persaingan harus dilakukan secara sehat dan tidak boleh sampai merugikan pasangan calon lainnya.
Peserta pilkada juga wajib membina dan mengarahkan tim sukses dan pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar aturan. Peserta pilkada bertanggung jawab secara moril atas tindakan tim dan pendukungnya, terlebih jika sampai merugikan peserta pilkada lainnya.
Semua pasangan calon diharapkan menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin, dimulai saat menjadi calon bupati dan wakil bupati ini. Mereka wajib mengarahkan agar tim pemenangan dan pendukung mereka tidak menyerang tim pasangan calon lainnya.
Baca juga: Dugaan pembunuhan perempuan di Sampit oleh pengusaha terungkap setelah tiga tahun
Calon bupati dan wakil bupati diharapkan memimpin tim untuk melakukan cara-cara yang baik. Jangan ada yang menjelek-jelekkan, apalagi memfitnah pasangan calon lainnya.
"Kalau saya secara pribadi, ada tim saya yang menjelekkan tim lain maka akan saya keluarkan. Kita lebih baik kehilangan satu orang, dari pada kehilangan 1000 orang. Kita sebagai pemimpin maka harus bertanggung jawab terhadap mereka," tegas Supian Hadi.
Menurut Supian, kampanye hitam justru akan merugikan diri sendiri dan organisasi atau tempat kita bernaung. Dia mengaku yakin masyarakat tidak akan simpatik dengan tim yang suka menyerang tim lain.
Sementara itu, pilkada Kotawaringin Timur diikuti empat pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur. Mereka adalah Halikinnor-Irawati, Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad, HM Taufiq Mukri-Supriadi serta HM Rudini Darwan Ali-H Samsudin.
Baca juga: Halikinnor siap 'tancap gas' lanjutkan pembangunan Kotim
Baca juga: Pemkab apresiasi konsistensi Akademi Jurnalistik PWI Kotim
Pewarta : Norjani
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Kalteng raih penghargaan Bawaslu RI atas sukses pengamanan Pilkada 2024
06 April 2026 18:07 WIB
Waket DPRD Kalteng ajak masyarakat tak terprovokasi isu perubahan mekanisme Pilkada
27 January 2026 15:28 WIB
Kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Kotim naik ke tahap penyidikan
13 January 2026 14:37 WIB
Wacana pilkada melalui DPRD, Negara harus hadir cegah modal politik tinggi
02 January 2026 10:15 WIB
KPU Barut tetapkan Shalahuddin-Felix sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih
20 September 2025 12:52 WIB
Polda Kalteng pastikan kamtibmas kondusif pasca putusan MK Pilkada Barut
19 September 2025 14:41 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Kunjungi Sampit, Kepala Distrik Navigasi Banjarmasin ajak tingkatkan keselamatan pelayaran
07 May 2026 20:21 WIB
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda
07 May 2026 15:36 WIB