Rusia daftarkan vaksin COVID-19 pertama untuk hewan
Rabu, 31 Maret 2021 18:32 WIB
Pembela hak hewan menggendong anjing saat aksi May Day di pusat kota Moskow, Rusia, Rabu (1/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Tatyana Makeyeva/djo/pd
Moskow (ANTARA) - Rusia mendaftarkan vaksin COVID-19 pertama untuk hewan, kata badan pengawas keamanan pertanian, Rosselkhoznadzor, pada Rabu.
Rusia sudah mempunyai tiga vaksin COVID-19 untuk manusia, dengan vaksin Sputnik V yang paling populer. Moskow juga menyetujui penggunaan darurat dua vaksin COVID lainnya, yakin EpiVacCorona dan CoviVac.
Vaksin untuk hewan, yang dikembangkan oleh salah satu unit Rosselkhoznadzor, dinamai Carnivac-Cov, katanya.
"Uji klinis Carnivac-Cov, yang dimulai pada Oktober lalu, melibatkan hewan anjing, kucing, rubah Arktik, cerpelai, rubah dan berbagai hewan lainnya," Wakil Kepala Rosselkhoznadzor Konstantin Savenkov, menerangkan.
"Hasil uji klinis memungkinkan kami untuk menyimpulkan bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya dan sangat imunogenik karena semua hewan yang divaksin menunjukkan antibodi terhadap virus corona pada 100 persen kasus."
Kekebalan tubuh berlangsung selama enam bulan pascavaksinasi, tetapi para produsen vaksin masih terus menganalisis aspek tersebut, kata badan itu.
Rosselkhoznadzor menambahkan bahwa produksi massal vaksin bisa mulai dilakukan secepatnya pada April.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Rusia sudah mempunyai tiga vaksin COVID-19 untuk manusia, dengan vaksin Sputnik V yang paling populer. Moskow juga menyetujui penggunaan darurat dua vaksin COVID lainnya, yakin EpiVacCorona dan CoviVac.
Vaksin untuk hewan, yang dikembangkan oleh salah satu unit Rosselkhoznadzor, dinamai Carnivac-Cov, katanya.
"Uji klinis Carnivac-Cov, yang dimulai pada Oktober lalu, melibatkan hewan anjing, kucing, rubah Arktik, cerpelai, rubah dan berbagai hewan lainnya," Wakil Kepala Rosselkhoznadzor Konstantin Savenkov, menerangkan.
"Hasil uji klinis memungkinkan kami untuk menyimpulkan bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya dan sangat imunogenik karena semua hewan yang divaksin menunjukkan antibodi terhadap virus corona pada 100 persen kasus."
Kekebalan tubuh berlangsung selama enam bulan pascavaksinasi, tetapi para produsen vaksin masih terus menganalisis aspek tersebut, kata badan itu.
Rosselkhoznadzor menambahkan bahwa produksi massal vaksin bisa mulai dilakukan secepatnya pada April.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Pewarta : -
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
100 orang lebih dirawat hingga meninggal di Jepang akibat suplemen angkak
27 March 2024 15:03 WIB, 2024
Peringati 73 tahun hubungan diplomatik, KBRI Moskow gelar malam budaya "Day of Indonesia"
05 April 2023 16:07 WIB, 2023
Rusia larang transaksi saham modal 45 bank atau unit perbankan milik asing
27 October 2022 16:27 WIB, 2022
Rusia pertimbangkan untuk izinkan uang kripto untuk pembayaran Internasional
28 May 2022 14:53 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB