LinkedIn digugat terkait jumlah penonton iklan
Kamis, 5 Agustus 2021 8:54 WIB
Il logo di LinkedIn Corporation a Mountain View, California, USA, 6 febbraio 2013. REUTERS/Robert Galbraith (REUTERS/Robert Galbraith)
Jakarta (ANTARA) - LinkedIn digugat atas tuduhan telah menggelembungkan jumlah orang yang menonton video iklan di platform mereka sehingga membebani ratusan ribu pengiklan, dikutip dari Reuters, Kamis.
Dipimpin oleh TopDevz Inc dan Noirefy Inc, pengiklan mengatakan LinkedIn telah menghitung tampilan iklan video dari aplikasi pengguna, bahkan saat video hanya diputar di luar layar karena pengguna sudah menggulirkan halaman.
Gugatan ini dilayangkan setelah LinkedIn mengatakan pada 12 November bahwa para insinyurnya telah menemukan dan memperbaiki bug perangkat lunak yang mungkin menyebabkan 418.000 overcharges atau kelebihan biaya.
LinkedIn mengatakan lebih dari 90 persen dari overcharges kurang dari 25 dolar AS dan memberikan kredit untuk hampir semua pengiklan yang terkena dampak.
Dalam gugatan mereka, pengiklan mengatakan biaya yang berlebihan membuat mereka memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan di tempat lain, termasuk untuk iklan. Mereka menuntut ganti rugi dan restitusi yang tidak ditentukan.
Menanggapi hal itu, LinkedIn mengatakan, pihaknya berharap dapat menunjukkan bahwa klaim tersebut salah karena mereka berkomitmen pada transparansi dan integritas produk iklan mereka.
Hakim magistrat Amerika Serikat Susan van Keulen menolak klaim berbasis penipuan dan klaim persaingan tidak sehat tersebut. Dia mengatakan, penggugat tidak cukup membuktikan bahwa LinkedIn telah merugikan masyarakat luas.
Namun hakim yang berbasis di San Jose, California, mendorong pengiklan untuk membuktikan klaim tersebut berdasarkan teori bot, klik yang salah, dan klik palsu yang bisa meningkatkan metrik.
Warren Postman, pengacara penggugat, lega dengan keputusan tersebut dan berharap dapat membuktikan bahwa LinkedIn telah melanggar hukum.
Saat ini, kasus tersebut dalam Litigasi Metrik Iklan LinkedIn, Pengadilan Distrik A.S., Distrik Utara California, No. 20-08324.
Dipimpin oleh TopDevz Inc dan Noirefy Inc, pengiklan mengatakan LinkedIn telah menghitung tampilan iklan video dari aplikasi pengguna, bahkan saat video hanya diputar di luar layar karena pengguna sudah menggulirkan halaman.
Gugatan ini dilayangkan setelah LinkedIn mengatakan pada 12 November bahwa para insinyurnya telah menemukan dan memperbaiki bug perangkat lunak yang mungkin menyebabkan 418.000 overcharges atau kelebihan biaya.
LinkedIn mengatakan lebih dari 90 persen dari overcharges kurang dari 25 dolar AS dan memberikan kredit untuk hampir semua pengiklan yang terkena dampak.
Dalam gugatan mereka, pengiklan mengatakan biaya yang berlebihan membuat mereka memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan di tempat lain, termasuk untuk iklan. Mereka menuntut ganti rugi dan restitusi yang tidak ditentukan.
Menanggapi hal itu, LinkedIn mengatakan, pihaknya berharap dapat menunjukkan bahwa klaim tersebut salah karena mereka berkomitmen pada transparansi dan integritas produk iklan mereka.
Hakim magistrat Amerika Serikat Susan van Keulen menolak klaim berbasis penipuan dan klaim persaingan tidak sehat tersebut. Dia mengatakan, penggugat tidak cukup membuktikan bahwa LinkedIn telah merugikan masyarakat luas.
Namun hakim yang berbasis di San Jose, California, mendorong pengiklan untuk membuktikan klaim tersebut berdasarkan teori bot, klik yang salah, dan klik palsu yang bisa meningkatkan metrik.
Warren Postman, pengacara penggugat, lega dengan keputusan tersebut dan berharap dapat membuktikan bahwa LinkedIn telah melanggar hukum.
Saat ini, kasus tersebut dalam Litigasi Metrik Iklan LinkedIn, Pengadilan Distrik A.S., Distrik Utara California, No. 20-08324.
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meta tawarkan pembatasan berbagi data dan kurangi iklan untuk pengguna di Eropa
09 December 2025 16:35 WIB
Viral! Anggota Polsek Pahandut disangka main judol, rupanya hanya iklan Snack Video
14 November 2025 19:29 WIB
Iklan YouTube capai kenaikan 10 miliar dolar, pendapatan naik 15 persen di Q3
31 October 2025 14:25 WIB
Data interaksi pengguna dengan AI untuk penayangan iklan akan digunakan oleh Meta
05 October 2025 17:38 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Menkomdigi tekankan budaya bersih sebagai landasan disiplin aparatur negara
13 February 2026 20:43 WIB
Kunci menjaga hubungan harmonis di tahun kuda api menurut pakar feng shui
13 February 2026 10:20 WIB