Ibu Negara ingin rendang dapat dicintai dunia dan diakui UNESCO
Sabtu, 21 Agustus 2021 14:55 WIB
Ibu Negara Iriana Joko Widodo. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Jakarta (ANTARA) - Ibu Negara Iriana Joko Widodo menginginkan agar rendang dapat dicintai dan diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan dunia.
"Kita memasak rendang bersama, kita tunjukkan kepada dunia kekayaan kuliner Indonesia dan kita yakinkan kepada dunia bahwa rendang layak dicintai dan diakui oleh UNESCO dan dunia," katanya melalui sambungan konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara "Virtual Memasak Rendang Se-Dunia" dalam rangka pencatatan rendang sebagai warisan budaya dunia dari Sumatera Barat, Indonesia ke UNESCO.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Lantamal II, Dharma Pertiwi, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Minang Diaspora, Dekranasda, Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) dan Bhayangkari Sumbar.
Dalam acara tersebut masyarakat juga diminta untuk memasak rendang lebih dulu (kaliyo) dan saat pelaksanaan acara rendang ada di atas kuali dan kompor dengan api menyala menjelang matang.
"Pada tahun 2011 rendang telah dinobatkan sebagai hidangan terlezat dalam daftar 50 hidangan di dunia oleh CNN Internasional," kata Iriana.
Selanjutnya rendang juga diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Sumatera Barat pada 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan menempati posisi ke- 11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2011 dan 2021 versi CNN Travel.
Namun, menurut Iriana, hal tersebut belum cukup.
"Tapi itu tidak cukup, kita harus berjuang lebih. Target kita adalah rendang bisa dinobatkan Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia oleh UNESCO," katanya.
Ibu Ngara juga berharap agar rendang dapat tersaji di berbagai tempat di dunia.
"Kita ingin rendang tersaji dan dicintai di dunia. Selamat memasak," demikian Iriana Joko Widodo.
"Kita memasak rendang bersama, kita tunjukkan kepada dunia kekayaan kuliner Indonesia dan kita yakinkan kepada dunia bahwa rendang layak dicintai dan diakui oleh UNESCO dan dunia," katanya melalui sambungan konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara "Virtual Memasak Rendang Se-Dunia" dalam rangka pencatatan rendang sebagai warisan budaya dunia dari Sumatera Barat, Indonesia ke UNESCO.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Lantamal II, Dharma Pertiwi, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Minang Diaspora, Dekranasda, Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) dan Bhayangkari Sumbar.
Dalam acara tersebut masyarakat juga diminta untuk memasak rendang lebih dulu (kaliyo) dan saat pelaksanaan acara rendang ada di atas kuali dan kompor dengan api menyala menjelang matang.
"Pada tahun 2011 rendang telah dinobatkan sebagai hidangan terlezat dalam daftar 50 hidangan di dunia oleh CNN Internasional," kata Iriana.
Selanjutnya rendang juga diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Sumatera Barat pada 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan menempati posisi ke- 11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2011 dan 2021 versi CNN Travel.
Namun, menurut Iriana, hal tersebut belum cukup.
"Tapi itu tidak cukup, kita harus berjuang lebih. Target kita adalah rendang bisa dinobatkan Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia oleh UNESCO," katanya.
Ibu Ngara juga berharap agar rendang dapat tersaji di berbagai tempat di dunia.
"Kita ingin rendang tersaji dan dicintai di dunia. Selamat memasak," demikian Iriana Joko Widodo.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Joko Anwar gunakan lagu anak untuk bangun suasana horor di Ghost in the Cell
24 February 2026 16:14 WIB
Pemkab Kapuas dan LKBN ANTARA perkuat sinergi publikasi pembangunan daerah
23 February 2026 18:21 WIB
LPEI diguncang korupsi, tiga terdakwa didakwa rugikan negara hampir Rp1 triliun
08 August 2025 19:15 WIB
Percepat pembangunan rehabilitasi narkoba, BNNP bersinergi bersama DPRD Kalteng
13 January 2025 14:37 WIB, 2025
Debat kedua ajang memperdalam visi misi paslon Pilwakot Palangka Raya
21 November 2024 22:05 WIB, 2024
CEO Forum 2024, Dirut PLN ajak selaraskan langkah lanjutkan pembangunan nasional
12 October 2024 8:28 WIB, 2024
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Yuk nikmati kuliner Korea ala NEO Palma Palangka Raya lewat '60 Seconds to Seoul'
24 March 2026 20:38 WIB
Jalur selatan sediakan restoran Sunda sebagai pilihan tempat istirahat pemudik
23 March 2026 12:14 WIB