Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Halikinnor meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk turut mencegah penularan COVID-19 dan varian lainnya seiring kembali ditemukannya penderita virus mematikan tersebut.
"Saya mengimbau dan mengingatkan kembali kita semua menaati protokol kesehatan. Jangan abai, jangan lengah dan jangan kendur. Saat ini banyak kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Haru tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Halikinnor di Sampit, Rabu.
Imbauan ini disampaikan Halikinnor menyikapi kembali ditemukannya kasus COVID-19. Pekan lalu RSUD dr Murjani Sampit menemukan delapan kasus positif COVID-19 dari pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction).
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh orang merupakan warga Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan satu orang lainnya adalah warga Kabupaten Seruyan. Saat ini kasus itu dievaluasi karena ada kecurigaan diantaranya merupakan varian baru yaitu Omicron.
Halikinnor menyebutkan, mereka yang diketahui positif COVID-19 itu rata-rata orang yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Sebagian diantaranya diketahui akan ke perkebunan kelapa sawit.
Baca juga: Bupati Kotim ingatkan ASN jangan terlibat pelanggaran hukum
Semua penderita tersebut menjalani isolasi mandiri karena umumnya tanpa gejala. Namun pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya penderita yang terpapar Omicron.
"Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan signifikan. Waspadai karena kalau Omicron penularannya sangat cepat. Tapi tingkat vaksinasi kita tinggi maka mudah-mudahan itu seperti flu biasa saja lagi," harap Halikinnor.
Dia meminta semua kegiatan, termasuk tempat usaha di daerah ini menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Munculnya kembali kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Halikinnor mengimbau masyarakat mengikuti vaksinasi untuk mencegah penularan COVID-19. Saat ini vaksinasi menyasar anak-anak serta vaksinasi booster untuk orang dewasa. Upaya ini diharapkan dalam membentuk 'herd immunity" atau kekebalan kelompok sehingga mata rantai penularan virus mematikan tersebut bisa diputus.
Baca juga: DPRD Kotim apresiasi hotel berbintang dukung UMKM
Baca juga: Legislator Kotim meminta pengawasan kinerja fasilitas kesehatan ditingkatkan
Baca juga: Legislator Kotim berharap harga minyak goreng segera stabil
"Saya mengimbau dan mengingatkan kembali kita semua menaati protokol kesehatan. Jangan abai, jangan lengah dan jangan kendur. Saat ini banyak kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Haru tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Halikinnor di Sampit, Rabu.
Imbauan ini disampaikan Halikinnor menyikapi kembali ditemukannya kasus COVID-19. Pekan lalu RSUD dr Murjani Sampit menemukan delapan kasus positif COVID-19 dari pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction).
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh orang merupakan warga Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan satu orang lainnya adalah warga Kabupaten Seruyan. Saat ini kasus itu dievaluasi karena ada kecurigaan diantaranya merupakan varian baru yaitu Omicron.
Halikinnor menyebutkan, mereka yang diketahui positif COVID-19 itu rata-rata orang yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Sebagian diantaranya diketahui akan ke perkebunan kelapa sawit.
Baca juga: Bupati Kotim ingatkan ASN jangan terlibat pelanggaran hukum
Semua penderita tersebut menjalani isolasi mandiri karena umumnya tanpa gejala. Namun pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya penderita yang terpapar Omicron.
"Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan signifikan. Waspadai karena kalau Omicron penularannya sangat cepat. Tapi tingkat vaksinasi kita tinggi maka mudah-mudahan itu seperti flu biasa saja lagi," harap Halikinnor.
Dia meminta semua kegiatan, termasuk tempat usaha di daerah ini menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Munculnya kembali kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Halikinnor mengimbau masyarakat mengikuti vaksinasi untuk mencegah penularan COVID-19. Saat ini vaksinasi menyasar anak-anak serta vaksinasi booster untuk orang dewasa. Upaya ini diharapkan dalam membentuk 'herd immunity" atau kekebalan kelompok sehingga mata rantai penularan virus mematikan tersebut bisa diputus.
Baca juga: DPRD Kotim apresiasi hotel berbintang dukung UMKM
Baca juga: Legislator Kotim meminta pengawasan kinerja fasilitas kesehatan ditingkatkan
Baca juga: Legislator Kotim berharap harga minyak goreng segera stabil