Menperin evaluasi sistem data distribusi minyak curah saat sidak
Jumat, 15 April 2022 18:56 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke produsen minyak goreng di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022). ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/am.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengevaluasi sistem pendataan distribusi minyak goreng curah bersubsidi yang dinamakan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).
"Terdapat distributor dengan alamat yang tidak sesuai pada SIMIRAH. Oleh karena itu kami melakukan pengawasan. Ini bagian dari evaluasi yang kita bisa dapat hanya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak)," kata Menperin Agus di Jakarta, Kamis.
Menperin bersama Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri sempat mendatangi salah satu alamat distributor 1 (D1) minyak goreng curah yang tertera pada SIMIRAH di bilangan Jakarta Timur, namun tidak ditemukan D1 yang dimaksud.
Pada kesempatan tersebut Menperin meminta agar produsen dari D1 memperbaiki data yang disampaikan melalui SIMIRAH.
"Jadi, di salah satu distributor yang kami datangi itu ada kesalahan menginput data. Kalau ini salah, ada kekhawatiran ada kesalahan lain selain alamat. Makanya kami awasi," ujar Menperin.
Kemudian Menperin melanjutkan sidak ke produsen minyak goreng di Tanjung Priok yakni PT Bina Karya Prima (BKP).
Dari hasil kunjungan tersebut, Menperin menemukan bahwa BKP telah memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng curah sebanyak 50 persen dari yang ditargetkan.
"Tapi hari ini mereka belum memproduksi minyak goreng curah subsidi. Nanti tim kami akan tanyakan lebih dalam apa penyebabnya sampai pukul 13.00 WIB belum melakukan produksi," ujar Menperin.
Dari hasil sidak tersebut, Menperin juga berencana membuat surat edaran kepada produsen minyak goreng curah untuk menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab program minyak goreng curah bersubsidi yang nantinya akan berhubungan dengan Kemenperin.
"Kami akan membuat surat edaran agar satu orang penanggung jawab ditunjuk, sehingga kita bisa langsung tanyakan ke orang itu tanpa lempar sana sini," kata Menperin Agus.
Menperin juga mengimbau kepada produsen agar lebih akurat dalam menginput data pada SIMIRAH, sehingga data tersebut dapat terdokumentasi dengan baik.
"Kami juga akan pasang QR Code untuk mendeteksi minyak itu larinya kemana saja. Semua kami upayakan agar program ini dapat berjalan dengan baik," pungkas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
"Terdapat distributor dengan alamat yang tidak sesuai pada SIMIRAH. Oleh karena itu kami melakukan pengawasan. Ini bagian dari evaluasi yang kita bisa dapat hanya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak)," kata Menperin Agus di Jakarta, Kamis.
Menperin bersama Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri sempat mendatangi salah satu alamat distributor 1 (D1) minyak goreng curah yang tertera pada SIMIRAH di bilangan Jakarta Timur, namun tidak ditemukan D1 yang dimaksud.
Pada kesempatan tersebut Menperin meminta agar produsen dari D1 memperbaiki data yang disampaikan melalui SIMIRAH.
"Jadi, di salah satu distributor yang kami datangi itu ada kesalahan menginput data. Kalau ini salah, ada kekhawatiran ada kesalahan lain selain alamat. Makanya kami awasi," ujar Menperin.
Kemudian Menperin melanjutkan sidak ke produsen minyak goreng di Tanjung Priok yakni PT Bina Karya Prima (BKP).
Dari hasil kunjungan tersebut, Menperin menemukan bahwa BKP telah memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng curah sebanyak 50 persen dari yang ditargetkan.
"Tapi hari ini mereka belum memproduksi minyak goreng curah subsidi. Nanti tim kami akan tanyakan lebih dalam apa penyebabnya sampai pukul 13.00 WIB belum melakukan produksi," ujar Menperin.
Dari hasil sidak tersebut, Menperin juga berencana membuat surat edaran kepada produsen minyak goreng curah untuk menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab program minyak goreng curah bersubsidi yang nantinya akan berhubungan dengan Kemenperin.
"Kami akan membuat surat edaran agar satu orang penanggung jawab ditunjuk, sehingga kita bisa langsung tanyakan ke orang itu tanpa lempar sana sini," kata Menperin Agus.
Menperin juga mengimbau kepada produsen agar lebih akurat dalam menginput data pada SIMIRAH, sehingga data tersebut dapat terdokumentasi dengan baik.
"Kami juga akan pasang QR Code untuk mendeteksi minyak itu larinya kemana saja. Semua kami upayakan agar program ini dapat berjalan dengan baik," pungkas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN: Seluruh gardu induk Aceh beroperasi normal, dilanjutkan pemulihan distribusi hingga ke masyarakat
21 December 2025 6:05 WIB
Pemprov Kalteng diminta prioritaskan pemerataan distribusi pangan jelang Nataru
09 December 2025 17:10 WIB
Plt Kadisdik: Distribusi alat digitalisasi pendidikan di Kalteng terpantau secara daring
02 December 2025 10:55 WIB
PLN berhasil pulihkan seluruh sistem kelistrikan pascagangguan di sebagian Kalsel-Teng
13 October 2025 16:51 WIB
Pemerintah diminta atasi distribusi MBG di bantaran sungai Palangka Raya
10 September 2025 18:10 WIB
Anggota DPR Sigit K Yunianto sidak ke agen LPG PT Resbayu, awasi distribusi
24 August 2025 16:04 WIB
SPPG Katingan resmi beroperasi awali distribusi ribuan porsi makanan bergizi
05 August 2025 9:53 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB