Kemenkes terapkan prosedur kesehatan bagi jamaah haji saat tiba di Indonesia
Rabu, 13 Juli 2022 20:28 WIB
ARSIP FOTO - Jamaah haji kloter pertama menuju ke pesawat saat diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (15/6/2022). (ANTARA/Khalis Surry)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI menerapkan prosedur observasi kesehatan bagi jamaah haji yang tiba di Indonesia untuk mencegah penularan COVID-19.
Dilansir dari siaran pers Biro Humas Kemenkes RI di Jakarta, Rabu sore, dilaporkan sebanyak 4.765 haji gelombang pertama akan mulai bertolak ke Tanah Air pada 15 dan 16 Juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Budi Sylvana mengatakan di masa kesiapsiagaan COVID-19, maka jamaah haji yang tiba akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku.
“Bagi jamaah yang tiba di Tanah Air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi," katanya.
Skrining yang dimaksud adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jamaah di debarkasi.
Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, kata Budi, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan RT-PCR.
“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID-19," katanya.
Sementara bagi jamaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.
“Jamaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah haji (K3JH), dan dilakukan pengawasan oleh dinkes setempat," katanya.
Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency dan rujukan.
Selain itu juga disediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jamaah haji bersama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Budi meminta jamaah haji jangan tunggu haus, hingga tetap memakai alat pelindung diri (APD) setiap menjalankan aktivitas di luar penginapan. Selain itu jamaah diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.
Dilansir dari siaran pers Biro Humas Kemenkes RI di Jakarta, Rabu sore, dilaporkan sebanyak 4.765 haji gelombang pertama akan mulai bertolak ke Tanah Air pada 15 dan 16 Juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Budi Sylvana mengatakan di masa kesiapsiagaan COVID-19, maka jamaah haji yang tiba akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku.
“Bagi jamaah yang tiba di Tanah Air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi," katanya.
Skrining yang dimaksud adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jamaah di debarkasi.
Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, kata Budi, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan RT-PCR.
“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID-19," katanya.
Sementara bagi jamaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.
“Jamaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah haji (K3JH), dan dilakukan pengawasan oleh dinkes setempat," katanya.
Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency dan rujukan.
Selain itu juga disediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jamaah haji bersama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Budi meminta jamaah haji jangan tunggu haus, hingga tetap memakai alat pelindung diri (APD) setiap menjalankan aktivitas di luar penginapan. Selain itu jamaah diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barut ingatkan Dinas PUPR perkuat koordinasi dan bekerja sesuai prosedur
14 April 2026 17:20 WIB
Pertamina: SPBU di Palangka Raya terapkan prosedur penerimaan BBM sesuai standar
23 November 2025 7:07 WIB
Pensiunan PNS Barut rasakan kemudahan JKN dengan memahami prosedur layanan
05 February 2025 9:33 WIB, 2025
Pelaku usaha di Kobar harus mampu terapkan standar prosedur pengolahan ikan
27 June 2024 18:34 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB