Pemkab Kobar terapkan konsep cetak biru pertanian hadapi resesi global 2023
Rabu, 18 Januari 2023 15:45 WIB
Plt Sekertaris Daerah Pemkab Kobar Juni Gultom saat memberikan keterangan kepada media di Pangkalan Bun, Rabu (18/01/2023) ANTARA/M Husein Asyari
Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menerapkan konsep cetak biru klaster pertanian sebagai upaya hilirisasi produk-produk pertanian yang bisa diserap oleh pasar dalam menghadapi resesi global 2023.
"Konsep cetak biru pertanian ini merupakan upaya Pemkab Kobar dalam menekan dan menghadapi resesi global 2023," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah Pemkab Kobar, Juni Gultom di Pangkalan Bun, Rabu.
Dijelaskan Juni Gultom, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Rakornas Selasa (17/01) di Sentul. Adapun Langkah-langkah dalam menghadapi resisi global 2023, di antaranya pembangunan setra-sentra ekonomi baru, seperti pemberdayaan UMKM.
"Di Kobar sendiri memiliki kawasan industri nasional yakni produksi CPO dan minyak goreng yang berada di Tempenek Kecamatan Kumai," ujar Plt Sekda.
Menurut Plt Sekda, konsep cetak biru klaster pertanian sendiri merupakan sistem pendekatan secara geografis untuk produk pertanian pangan antara kelompok tani komersial dengan industri terkait yang saling berhubungan.
"Sistem klaster ini untuk meningkatkan daya saing dan strategi inovasi dalam pembangunan ekonomi sektor pertanian," ucap Juni Gultom.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat sendiri memiliki potensi komoditas yang bisa terus dikembangkan dan menjadi keunggulan dari daerah yang memiliki semboyan Marunting Bumi Aji tersebut.
Komoditas unggulan dari Kabupaten Kobar tersebut antara lain, untuk komoditas biofarmaka yakni lengkuas, kunyit, jahe nilam dan lainnya, sementara untuk perikanan dan peternakan yakni budidaya keramba seperti nila, gurame, dan lainnya, untuk budi daya kolam yakni bandeng, belut, lele dan lainnya.
"Untuk peternakan kita sudah tahu potensi peternakan sapi di sini salah satu daerah peternakan sapi terbesar di Indonesia, untuk tanaman pangan dan buah kita ada pisang, nangka, kelapa, cabai rawit dan masih banyak lagi," ujarnya.
Ditambahkan Juni Gultom, saat ini pihaknya terus menyiapkan konsep dengan berpedoman pada enam unsur manajemen yaitu man (manusia), material (bahan), money (uang), machine (mesin), methode (metode) dan market (pasar).
"Semoga dengan adanya program ini bisa meningkatkan daya saing produksi pertanian, memperluas jangkauan produk, dan mampu meningkatkan kualitas pangan masyarakat," ucapnya.
"Konsep cetak biru pertanian ini merupakan upaya Pemkab Kobar dalam menekan dan menghadapi resesi global 2023," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah Pemkab Kobar, Juni Gultom di Pangkalan Bun, Rabu.
Dijelaskan Juni Gultom, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Rakornas Selasa (17/01) di Sentul. Adapun Langkah-langkah dalam menghadapi resisi global 2023, di antaranya pembangunan setra-sentra ekonomi baru, seperti pemberdayaan UMKM.
"Di Kobar sendiri memiliki kawasan industri nasional yakni produksi CPO dan minyak goreng yang berada di Tempenek Kecamatan Kumai," ujar Plt Sekda.
Menurut Plt Sekda, konsep cetak biru klaster pertanian sendiri merupakan sistem pendekatan secara geografis untuk produk pertanian pangan antara kelompok tani komersial dengan industri terkait yang saling berhubungan.
"Sistem klaster ini untuk meningkatkan daya saing dan strategi inovasi dalam pembangunan ekonomi sektor pertanian," ucap Juni Gultom.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat sendiri memiliki potensi komoditas yang bisa terus dikembangkan dan menjadi keunggulan dari daerah yang memiliki semboyan Marunting Bumi Aji tersebut.
Komoditas unggulan dari Kabupaten Kobar tersebut antara lain, untuk komoditas biofarmaka yakni lengkuas, kunyit, jahe nilam dan lainnya, sementara untuk perikanan dan peternakan yakni budidaya keramba seperti nila, gurame, dan lainnya, untuk budi daya kolam yakni bandeng, belut, lele dan lainnya.
"Untuk peternakan kita sudah tahu potensi peternakan sapi di sini salah satu daerah peternakan sapi terbesar di Indonesia, untuk tanaman pangan dan buah kita ada pisang, nangka, kelapa, cabai rawit dan masih banyak lagi," ujarnya.
Ditambahkan Juni Gultom, saat ini pihaknya terus menyiapkan konsep dengan berpedoman pada enam unsur manajemen yaitu man (manusia), material (bahan), money (uang), machine (mesin), methode (metode) dan market (pasar).
"Semoga dengan adanya program ini bisa meningkatkan daya saing produksi pertanian, memperluas jangkauan produk, dan mampu meningkatkan kualitas pangan masyarakat," ucapnya.
Pewarta : M Husein Asyari
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinilai tipu pengguna, X didenda Rp2,3 Triliun akibat centang biru berbayar
06 December 2025 21:09 WIB
Siloam Hospitals Balikpapan raih penghargaan Kinerja Lingkungan Pemprov Kaltim
21 June 2024 11:24 WIB, 2024
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Inovasi pembiayaan daerah berkelanjutan bawa Kobar raih penghargaan Creative Financing
06 May 2026 8:34 WIB
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB