Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Menurut siaran pers dari pemerintah yang diterima di Jakarta, Selasa, Desa Kangkung merupakan satu dari lima desa di Kecamatan Mranggen yang menjadi lokus prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Kepada Wakil Presiden, Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo melaporkan bahwa Desa Kangkung dihuni oleh 2.676 keluarga yang terdiri atas 8.271 jiwa dan 258 keluarga yang tinggal di desa itu tergolong miskin.

"Sudah masuk PKH (Program Keluarga Harapan) sebanyak 80 Kepala Rumah Tangga (KRT) dan 342 Anggota Rumah Tangga (ART)," katanya.

Baca juga: Ma'ruf Amin : Impor pakaian bekas bahayakan industri tekstil nasional

Wiwin menjelaskan bahwa intervensi yang telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan antara lain membangun 210 rumah tidak layak huni (RTLH) dan 125 jamban sehat serta menyalurkan bantuan PKH bagi 503 keluarga penerima manfaat (KPM) dan bantuan sosial sembako bagi 193 KPM.

Selain itu, menurut dia, setiap tahun warga Desa Kangkung mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Presiden menanyakan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di Desa Kangkung agar warga tidak terus mengandalkan bantuan dari pemerintah.

"Pemberdayaan itu apa saja? Pemberdayaan masyarakat supaya tidak hanya nanti mengandalkan ini terus, bantuan-bantuan, tapi kemandirian," katanya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin dapat kejutan dari awak media di hari ulang tahunnya

Wiwin menjelaskan bahwa dalam upaya memberdayakan warga, pemerintah telah mengadakan program pelatihan penjualan daring, kursus menjahit dan perbengkelan, pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah, pelatihan pembuatan makanan ringan, dan pelatihan daur ulang sampah.

"Kemudian (ada pelatihan) perajangan tembakau, karena Desa Kangkung ini juga penghasil tembakau yang berkualitas baik," katanya.

Wakil Presiden kemudian menanyakan masalah permodalan dan Wiwin menjelaskan bahwa sudah ada badan usaha yang menyediakan pinjaman bagi kelompok usaha warga.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Pemerintah komitmen tanamkan Pancasila bagi WNI di luar negeri

"Kami di tingkat kecamatan ada namanya UPK badan usaha bersama Kuncuro Makmur, di mana warga yang mempunyai kegiatan secara kelompok dapat mengajukan pinjaman modal yang mudah, murah, dan tidak ada persyaratan pesertanya," kata Wiwin.

Wakil Presiden berharap program pemberdayaan masyarakat yang sudah dijalankan dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di Desa Kangkung.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima penghargaan dari Nahdlatul Ulama (NU) atas perannya membesarkan organisasi kemasyarakatan Islam itu selama menjabat Rais Aam PBNU Masa Khidmat 2015-2018.

Penghargaan itu diberikan pada Perayaan HUT Ke-100 atau 1 Abad NU, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin resmikan Masjid Istiqlal Osaka di Jepang

"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih karena saya diberikan penghargaan sebagai mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," kata Wapres dalam sambutannya usai mendapat penghargaan Kategori Pejuang NU dalam kapasitasnya sebagai Rais Aam PBNU 2015-2018.

Wapres mengatakan dirinya tidak merasa sebagai Rais Aam Sohibul Maqam atau memiliki kualifikasi dan kriteria.

Saat ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU, Wapres mengaku menganggap dirinya Rais Aam Dhoruri atau darurat saja.

Baca juga: Wapres minta perusahaan sawit perkuat kemitraan petani

Meskipun demikian ia berterima kasih atas penghargaan yang diberikan.

Pada kesempatan itu ia mengatakan bahwa NU selama ini telah memiliki landasan berpikir untuk memperbaiki umat dan masyarakat ke arah lebih baik atau melakukan santrinisasi umat.

Ia mengatakan NU terus menjaga Tanah Air dari upaya-upaya merusak serta membangun umat yang kuat dan memiliki ketangguhan.

Baca juga: Wapres Ma'ruf harap pejabat negara laporkan LHKPN secara jujur

"NU harus mengambil upaya perbaikan dalam tingkat global karena NU menganut paham Islam 'rahmatan lil alamin', rahmat bagi seluruh dunia," jelasnya.

Dia berpesan agar NU dalam memasuki abad kedua menyiapkan langkah-langkah lebih tajam yang mengarah sesuai tantangan yang dihadapi, baik dalam tingkat keumatan, kebangsaan, kenegaraan, dan global.

Baca juga: Wapres minta perusahaan sawit perkuat kemitraan petani

Baca juga: Ma'ruf Amin tanggapi pengibaran bendera partai di masjid

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024