Pemkab Kobar usulkan pembangunan KEK ke pemerintah pusat
Senin, 30 Oktober 2023 17:52 WIB
Plh Sekda Kobar Juni Gultom saat menghadiri rapat koordinasi pengembangan investasi peternakan Kabupaten Kobar di Kemenko di bidang Perekonomian RI, Jumat (27/10/2023) ANTARA/HO-Pemkab Kobar.
Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mengusulkan membangun kawasan ekonomi khusus bidang peternakan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
"Ini merupakan sebagai upaya kita untuk peningkatan ekonomi daerah," kata Plh Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat Juni Gultom di Pangkalan Bun, Senin.
Dikatakan, Pemkab Kobar mengusulkan kawasan ekonomi khusus bidang peternakan tersebut diintegrasikan dengan sawit. Hal itu guna menunjang kebutuhan daging, karena secara nasional masih kekurangan kebutuhan daging yang diperkirakan mencapai 200 ribu ton.
"Usulan itu kami sampaikan pada saat rapat koordinasi dengan Kemenko bidang perekonomian. Di mana rapat koordinasi itu memang dalam rangka pengembangan investasi di bidang peternakan," ungkap Juni.
Melihat banyaknya peternak di kobar yang berhasil mempraktekkan peternakan dengan cara Integrasi sawit sapi, Juni berharap usulan yang di ajukan oleh pihaknya dapat di wujudkan.
Juni mengungkapkan, pemkab akan terus berupaya untuk terealisasikan Kawasan Perekonomian Baru, dengan pendekatan champion baru untuk menjadi lokomotif Perekonomian Daerah.
"Industri pangan ini bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah dan Indonesia umumnya, untuk beberapa tahun ke depan," demikian Juni Gultom.
Baca juga: Pemuda Kobar diajak tingkatkan penguasaan teknologi dan informasi
Baca juga: Berikut besaran dana hibah daerah sukseskan pemilu di Kobar
Baca juga: BPBD Kobar sosialisasikan perbub pembentukan dan pembinaan masyarakat peduli api
"Ini merupakan sebagai upaya kita untuk peningkatan ekonomi daerah," kata Plh Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat Juni Gultom di Pangkalan Bun, Senin.
Dikatakan, Pemkab Kobar mengusulkan kawasan ekonomi khusus bidang peternakan tersebut diintegrasikan dengan sawit. Hal itu guna menunjang kebutuhan daging, karena secara nasional masih kekurangan kebutuhan daging yang diperkirakan mencapai 200 ribu ton.
"Usulan itu kami sampaikan pada saat rapat koordinasi dengan Kemenko bidang perekonomian. Di mana rapat koordinasi itu memang dalam rangka pengembangan investasi di bidang peternakan," ungkap Juni.
Melihat banyaknya peternak di kobar yang berhasil mempraktekkan peternakan dengan cara Integrasi sawit sapi, Juni berharap usulan yang di ajukan oleh pihaknya dapat di wujudkan.
Juni mengungkapkan, pemkab akan terus berupaya untuk terealisasikan Kawasan Perekonomian Baru, dengan pendekatan champion baru untuk menjadi lokomotif Perekonomian Daerah.
"Industri pangan ini bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah dan Indonesia umumnya, untuk beberapa tahun ke depan," demikian Juni Gultom.
Baca juga: Pemuda Kobar diajak tingkatkan penguasaan teknologi dan informasi
Baca juga: Berikut besaran dana hibah daerah sukseskan pemilu di Kobar
Baca juga: BPBD Kobar sosialisasikan perbub pembentukan dan pembinaan masyarakat peduli api
Pewarta : Safitri RA
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imlek, tokoh Khonghucu Sampit sebut Tahun Kuda Api momentum adaptasi dan akselerasi
16 February 2026 20:53 WIB
Komitmen entitas Astra Agro jaga kearifan lokal dan harmoni sosial di Kalimantan Tengah
16 February 2026 16:30 WIB
Pemkab Kotim dorong kolaborasi sistem konvensional dan digital di PPM Sampit
15 February 2026 18:32 WIB
Pemkab Kotim apresiasi inisiatif Ansor rangkul generasi muda lewat olahraga
15 February 2026 12:51 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Komitmen entitas Astra Agro jaga kearifan lokal dan harmoni sosial di Kalimantan Tengah
16 February 2026 16:30 WIB
Bupati minta KONI Kobar laksanakan program berbasis target prestasi atlet
12 February 2026 13:39 WIB
Pemkab Kobar jaga eksistensi budaya melalui turnamen olahraga tradisional
12 February 2026 12:51 WIB
Pemkab Kobar optimalkan program kesehatan lewat evaluasi UHC melibatkan masyarakat
12 February 2026 7:37 WIB
Disperindagkop Kobar tegaskan harga komoditas di pasar tradisional relatif stabil
10 February 2026 20:54 WIB
Bupati minta konsultasi publik RKPD 2027 prioritaskan program pembangunan di Kobar
09 February 2026 13:47 WIB
PKK Kobar: Penanganan stunting investasi jangka panjang pembangunan daerah
04 February 2026 15:29 WIB