Logo Header Antaranews Kalteng

PKK Kobar: Penanganan stunting investasi jangka panjang pembangunan daerah

Rabu, 4 Februari 2026 15:29 WIB
Image Print
TP PKK Kobar saat melaksanakan program upaya pencegahan stunting di Pangkalan Bun, Selasa (3/2/2026) ANTARA/Ho.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah Atikaningsih Suyanto mengakui, pencegahan dan penanganan stunting, merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah dan bangsa.

"Hal itulah yang membuat stunting masih tetap menjadi salah satu Program Prioritas Nasional, dan mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Republik Indonesia," kata Atikaningsih di Pangkalan Bun, Rabu.

Untuk itu, lanjut dia, pencegahan stunting harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan sejak masa remaja, masa kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas di usia dewasa," jelasnya.

Menurut istri dari Wakil Bupati Kobar itu, ada berbagai faktor penyebab stunting diantaranya kurangnya asupan gizi, pola asuh yang kurang tepat, keterbatasan akses layanan kesehatan, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Dia mengatakan, TP-PKK memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Hal itu karena PKK berada langsung di tengah keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Bupati Kobar berharap masyarakat sadar pentingnya kebersihan lingkungan

"Tentunya, melalui berbagai program PKK, kita akan terus berupaya dalam penanganan stunting di daerah," ujarnya.

Dia mengatakan dalam program PKK Kobar, keluarga didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak. Selain itu, diperlukan peran kader PKK, Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.

"Pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, dan perbaikan sanitasi lingkungan rumah tangga," demikian Atikaningsih.

Baca juga: Bupati Kobar dukung Baznas jadi instrumen penting untuk kesejahteraan masyarakat

Baca juga: Dishub ingatkan sopir ODOL patuhi surat edaran Bupati Kobar

Baca juga: BPBD Kotawaringin Barat pastikan kesiapan hadapi karhutla



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026