Petugas SAR terus cari 10 warga terseret banjir lahar dingin di Sumbar
Sabtu, 25 Mei 2024 5:53 WIB
Arsip foto - Seorang warga melintasi bangunan rumah warga yang rusak setelah dihantam bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi di Desa Bukik Batabuah, Canduang, Agam, Sumatera Barat, Rabu (15/5/2024) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.
Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya melakukan pencarian terhadap 10 warga Kabupaten Tanah Datar yang diduga terseret banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5).
"Tim SAR gabungan masih terus berusaha mencari 10 korban yang merupakan warga Kabupaten Tanah Datar ke sejumlah sektor yang telah kita tentukan," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Tanah Datar, Jumat.
Abdul Malik mengatakan memasuki hari ke-14 setelah kejadian, tim pencarian belum berhasil menemukan tanda-tanda atau lokasi yang dicurigai. Namun, tim gabungan memastikan akan berusaha maksimal hingga berakhirnya masa perpanjangan pencarian korban, yakni 8 Juni 2024.
Sementara itu, untuk Kabupaten Agam pencarian telah dihentikan setelah korban terakhir ditemukan pada Rabu (22/5). Tim gabungan berhasil menemukan korban di daerah Jorong (dusun) Taluak, Nagari (desa) Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu atau tujuh kilometer dari pusat lokasi bencana.
Luasnya wilayah yang terdampak banjir lahar dingin saat kejadian menjadi salah satu tantangan bagi tim gabungan untuk menemukan 10 korban lainnya. Kemudian, kondisi itu diperparah oleh cuaca, seperti tingginya intensitas curah hujan selama beberapa hari terakhir.
"Yang pasti tim pencarian terus berupaya semaksimal mungkin mencari korban hilang, termasuk menyusuri aliran sungai," katanya.
Selain menggunakan anjing pelacak, tim gabungan juga menggunakan alat berat untuk membersihkan tumpukan material sisa-sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. Sebab, bisa saja korban tertimbun, sehingga tidak diketahui.
Khusus pencarian di sepanjang aliran sungai yang berada di Kabupaten Sijunjung, Abdul Malik mengatakan akan mengevaluasi pencarian. Sebab, selama empat hari di lokasi tersebut, tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Tim SAR gabungan masih terus berusaha mencari 10 korban yang merupakan warga Kabupaten Tanah Datar ke sejumlah sektor yang telah kita tentukan," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Tanah Datar, Jumat.
Abdul Malik mengatakan memasuki hari ke-14 setelah kejadian, tim pencarian belum berhasil menemukan tanda-tanda atau lokasi yang dicurigai. Namun, tim gabungan memastikan akan berusaha maksimal hingga berakhirnya masa perpanjangan pencarian korban, yakni 8 Juni 2024.
Sementara itu, untuk Kabupaten Agam pencarian telah dihentikan setelah korban terakhir ditemukan pada Rabu (22/5). Tim gabungan berhasil menemukan korban di daerah Jorong (dusun) Taluak, Nagari (desa) Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu atau tujuh kilometer dari pusat lokasi bencana.
Luasnya wilayah yang terdampak banjir lahar dingin saat kejadian menjadi salah satu tantangan bagi tim gabungan untuk menemukan 10 korban lainnya. Kemudian, kondisi itu diperparah oleh cuaca, seperti tingginya intensitas curah hujan selama beberapa hari terakhir.
"Yang pasti tim pencarian terus berupaya semaksimal mungkin mencari korban hilang, termasuk menyusuri aliran sungai," katanya.
Selain menggunakan anjing pelacak, tim gabungan juga menggunakan alat berat untuk membersihkan tumpukan material sisa-sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. Sebab, bisa saja korban tertimbun, sehingga tidak diketahui.
Khusus pencarian di sepanjang aliran sungai yang berada di Kabupaten Sijunjung, Abdul Malik mengatakan akan mengevaluasi pencarian. Sebab, selama empat hari di lokasi tersebut, tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup sebut banjir di sejumlah wilayah di Bartim perlu solusi jangka panjang
19 January 2026 15:05 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB