Pemkab Katingan diskusikan finalisasi penyusunan Ripparkab 2025-2045
Kamis, 31 Oktober 2024 21:33 WIB
Asisten II Setda Katingan Eka Surya Dilaga, saat membuka kegiatan Diskusi finalisasi penyusunan Ripparkab) Katingan 2025-2045, di aula Bappedalitbang setempat., kemarin. ANTARA/Naslee
Katingan (ANTARA) - Asisten II Setda Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Eka Surya Dilaga, membuka secara resmi kegiatan diskusi finalisasi penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) Katingan 2025-2045, di aula Bappedalitbang Katingan.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aspek terkait pengembangan pariwisata, termasuk kebijakan, infrastruktur, serta promosi dan pemasaran dapat diatur secara sinergis, sehingga mendukung kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah," jelas Eka Surya Dilaga, di Kasongan, kemarin.
Dikatakan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, dan peraturan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif nomor 10 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi dan kabupaten/kota.
Penyusunan Ripparda ini merupakan langkah penting dalam upaya membangun dan mengembangkan pariwisata daerah di Bumi Penyang Hinje Simpei yang lebih terarah, berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sebagai mana kita ketahui bersama, Ripparda merupakan dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan dalam mengembangkan potensi wisata daerah sesuai potensi dan karakteristik yang kita miliki," beber Eka Surya.
Baca juga: Pj Bupati: MTQ-Hadis jangan hanya sekedar agenda seremonial
Dia berharap dalam diskusi tersebut, semua pihak yang hadir dapat memberikan masukan dan ide-ide kreatif yang konstruktif. Hal ini karena partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan sangatlah penting dalam memastikan Ripparda agar dapat mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta menjadi landasan yang kuat bagi kemajuan pariwisata daerah khususnya di Kabupaten Katingan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DK2OP) Kabupaten Katingan tersebut. Maka, enam kawasan pariwisata yang berfokus pada cluster-cluster pariwisata yaitu kawasan geowisata puncak borneo bukit baka bukit raya dan sekitarnya.
Kemudian kawasan wisata cagar budaya Petak Malai-Sanaman Mantikei - Katingan Tengah dan sekitarnya. Kawasan ekowisata dana Pulau Malan- Tewang Rangkang dan sekitarnya. Selanjutnya kawasan ekowisata dan sejarah Bukit Batu Kota Kasongan. Kawasan ekowisata Punggualas Sebangau dan koridor wisata petualangan sungai Katingan - Pantai Pagatan.
Baca juga: Pembentukan desa antikorupsi penting dilakukan di Katingan
Baca juga: Pemkab Katingan optimalkan TPPS tangani stunting
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aspek terkait pengembangan pariwisata, termasuk kebijakan, infrastruktur, serta promosi dan pemasaran dapat diatur secara sinergis, sehingga mendukung kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah," jelas Eka Surya Dilaga, di Kasongan, kemarin.
Dikatakan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, dan peraturan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif nomor 10 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi dan kabupaten/kota.
Penyusunan Ripparda ini merupakan langkah penting dalam upaya membangun dan mengembangkan pariwisata daerah di Bumi Penyang Hinje Simpei yang lebih terarah, berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sebagai mana kita ketahui bersama, Ripparda merupakan dokumen perencanaan yang akan menjadi acuan dalam mengembangkan potensi wisata daerah sesuai potensi dan karakteristik yang kita miliki," beber Eka Surya.
Baca juga: Pj Bupati: MTQ-Hadis jangan hanya sekedar agenda seremonial
Dia berharap dalam diskusi tersebut, semua pihak yang hadir dapat memberikan masukan dan ide-ide kreatif yang konstruktif. Hal ini karena partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan sangatlah penting dalam memastikan Ripparda agar dapat mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta menjadi landasan yang kuat bagi kemajuan pariwisata daerah khususnya di Kabupaten Katingan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DK2OP) Kabupaten Katingan tersebut. Maka, enam kawasan pariwisata yang berfokus pada cluster-cluster pariwisata yaitu kawasan geowisata puncak borneo bukit baka bukit raya dan sekitarnya.
Kemudian kawasan wisata cagar budaya Petak Malai-Sanaman Mantikei - Katingan Tengah dan sekitarnya. Kawasan ekowisata dana Pulau Malan- Tewang Rangkang dan sekitarnya. Selanjutnya kawasan ekowisata dan sejarah Bukit Batu Kota Kasongan. Kawasan ekowisata Punggualas Sebangau dan koridor wisata petualangan sungai Katingan - Pantai Pagatan.
Baca juga: Pembentukan desa antikorupsi penting dilakukan di Katingan
Baca juga: Pemkab Katingan optimalkan TPPS tangani stunting
Pewarta : Rendhik Andika/Naslee
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Komisi III DPRD Kalteng dorong penguatan RS daerah tekan rujukan ke provinsi
17 April 2026 17:14 WIB
Kanwil BPN Provinsi Kalteng libatkan mahasiswa UMPR bantu edukasi isu pertanahan
27 February 2026 4:08 WIB
Ketua DPRD Kalteng: 15 raperda dalam Propemperda 2025 diselesaikan pada 2026
06 January 2026 16:13 WIB
Palangka Raya daerah dengan kemiskinan terendah kedua di Provinsi Kalteng
30 November 2025 15:55 WIB
Terpopuler - Katingan
Lihat Juga
Mensos RI dorong pengentasan kemiskinan terpadu lewat program Sekolah Rakyat di Katingan
23 May 2026 15:28 WIB
Katingan siapkan penyambutan kunjungan Menteri Sosial RI ke Sekolah Rakyat Permanen
22 May 2026 13:35 WIB