Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme terhadap kalangan pelajar di wilayah setempat.
Salah satu yang dilakukan Pemprov Kalteng adalah menggelar sosialisasi bagi pelajar SMA/SMK di Kota Palangka Raya Rabu (19/11), kata Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah.
“Perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang terencana, sistematis, dan terpadu,” jelasnya.
Hal ini karena ekstremisme yang mengarah pada terorisme, merupakan bentuk keyakinan dan tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman ekstrem untuk mendukung aksi teror.
Apabila tidak dicegah dan diantisipasi dengan baik, hal ini, lanjutnya, menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara dan ketenteraman masyarakat.
Baca juga: Gubernur Kalteng apresiasi pemberdayaan warga binaan di sektor pertanian
Darliansjah juga menyampaikan penyelenggaraan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalteng dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyebaran paham ekstremisme dan terorisme.
Dalam kesempatan ini, Darliansjah menyinggung peristiwa ledakan yang terjadi beberapa minggu lalu di salah satu masjid/musala di lingkungan sekolah negeri di Jakarta.
Kejadian tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bersama tentang pentingnya peningkatan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi tindakan ekstremisme.
“Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharap memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya ekstremisme, perilaku kekerasan, dan terorisme, serta mengetahui langkah-langkah pencegahannya," tuturnya.
Tujuannya, untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, demi menjaga keutuhan serta keluhuran ideologi negara. Adapun sosialisasi ini diikuti puluhan pelajar dari sejumlah sekolah.
Baca juga: Bupati Barut: Pendidikan gratis hingga 16 tahun sejalan visi Pemprov Kalteng
Baca juga: Gubernur tekankan pentingnya tanamkan nilai Huma Betang bagi generasi muda
Baca juga: Peserta didik di Kalteng diperkaya dengan sertifikat kompetensi tambahan