
Uskup Palangka Raya minta pelajar Katolik tak sekadar mengejar nilai tinggi

Palangka Raya (ANTARA) - Uskup Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF mengajak sekaligus meminta kepada para pelajar, khususnya beragama Katolik, jangan sekedar mengejar nilai bagus atau tinggi ketika menempuh pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi.
Bagian terpenting dari belajar itu bagaimana mempersiapkan hidup lebih baik, kata Mgr Aloysius saat Misa Syukur 25 Tahun Tahbisan Episkopal dirinya sebagai Uskup, yang diikuti ratusan pelajar beragama Katolik se-Kota Palangka Raya di Katolik Center, Sabtu.
"Kalau hanya mendapat nilai tinggi, dengan mencontek pun bisa. Itulah kenapa, proses belajar harus dijadikan sebagai modal untuk hidup lebih baik kedepannya," ucapnya.
Pemimpin tertinggi Umat Katolik di Kalteng itu juga berpesan kepada para pelajar, agar lebih mengasah kecerdasannya. Sebab, melalui kecerdasan itulah, semua masalah maupun tantangan yang pasti dihadapi dalam hidup, dapat terselesaikan.
"Padukan kecerdasan itu dengan memegang teguh serta jadikan tindakan sehari-hari nasihat Santo Paulus, yakni tetap tinggal dalam kasih Karunia Allah. Dengan begitu, semua harapan dan cita-cita, akan terwujud atas pertolongan Allah," kata Mgr Aloysius.
Baca juga: Pemimpin umat Katolik Kalteng dikenal tenang dan tak mudah terprovokasi
Sebelum Misa bersama para pelajar Katolik, terlebih dahulu dilaksanakan prosesi potong pantan atau penyambutan tamu secara Adat Dayak. Sebab, misa yang merupakan rangkaian pesta perak 25 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr Aloysius sebagai Uskup Keuskupan Palangka Raya, turut hadir petinggi umat Katolik dari daerah lain.
Di mana terlihat hadir Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr Paul Yan Olla MSF, Uskup Agung Keuskupan Samarinda Mgr Harjosusanto MSF, General MSF Romo Agung Prihartono MSF, Vikjen Keuskupan Ketapang RD Sutadi, serta puluhan Imam Katolik dari berbagai provinsi.
"Prosesi potong pantan bukan sekedar formalitas, tetapi juga secara konsisten menunjukkan kepada para pelajar Katolik bagaimana gereja tetap menjaga bagimana agama dan adat saling melengkapi, bukan meniadakan," demikian Mgr Aloysius.
Baca juga: Keuskupan Palangka Raya bangun 'Rumah Marilah Kita Berdoa' di Katolik Center
Baca juga: Gubernur Kalteng dan Uskup Palangka Raya saling sanjung di Episcopal
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
