Sampit (ANTARA) - Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan logistik dan uang untuk korban bencana banjir Aceh-Sumatera Utara (Sumut), Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah Irawati memimpin langsung aksi kemanusiaan berupa pemberian layanan kesehatan gratis.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama relawan PMI Kotim dapat melaksanakan Yankes gratis bagi masyarakat di Kabupaten Langkat. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kami,” kata Irawati yang dikutip dari akun media sosial resminya, Rabu.
Kegiatan dipusatkan di di Kabupaten Langkat, Sumut, untuk memulihkan kondisi kesehatan masyarakat pascabencana. Tim medis dan relawan dikerahkan untuk memastikan warga mendapatkan penanganan yang layak dan cepat.
Irawati menyebutkan, bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotim dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat dalam membantu sesama. Dalam kegiatan itu ia turut didampingi Ketua PMI Kotim Supian Hadi dan jajaran.
Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga menerima pengobatan tanpa dipungut biaya apa pun. Kehadiran tenaga kesehatan dari Kotawaringin Timur ini diharapkan mampu meringankan beban fisik yang dirasakan oleh para penyintas banjir.
“Bantuan yang kami berikan ini mungkin tak seberapa, tetapi dengan cara ini kami berharap bisa turut memberikan motivasi dan semangat bagi warga yang terdampak bencana agar bisa bangkit untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kesuksesan Sampit Expo 2026
Tidak hanya bantuan medis, Pemkab Kotim turut menyerahkan bantuan uang tunai hasil penggalangan dana masyarakat. Bantuan finansial tersebut disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan mendesak bagi warga yang kehilangan harta benda.
“Kami juga menyalurkan bantuan uang tunai kepada masyarakat penerima manfaat. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit membantu dan memberikan manfaat langsung,” tambah Irawati.
Melalui aksi ini, Irawati berharap semangat gotong royong antar-daerah dapat terus terjaga dengan baik. Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan tidak boleh terhambat oleh batasan wilayah administratif demi keselamatan masyarakat.
Ia pun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu sigap memberikan dukungan terhadap setiap krisis kemanusiaan.
“Ini bagian dari tanggung jawab sosial dan nilai-nilai kemanusiaan, yang terus kami junjung bersama,” demikian Irawati.
Baca juga: Kodim 1015/Sampit sambangi sekolah jaring calon tentara
Baca juga: Masyarakat pesisir Kotim diingatkan waspadai potensi banjir rob 19 Januari
Baca juga: Capai target, perputaran uang di Sampit Expo 2026 tembus Rp8 miliar