Sampit (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diimbau tidak perlu risau terkait ketersediaan beras karena Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat memastikan cadangan beras di daerah ini untuk menghadapi bulan suci Ramadhan nanti masih sangat aman.
"Insyaallah masih sangat aman. Stok beras saat ini 7.000 ton yang sesuai perkiraan kami ketahanan stok hingga sembilan bulan ke depan," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Rabu.
Penegasan ini disampaikan Fuad menanggapi kesiapan Bulog Kotawaringin Timur menghadapi kemungkinan peningkatan permintaan selama bulan suci Ramadan. Hal ini pun sudah diantisipasi jauh-jauh hari dengan menjaga keamanan cadangan beras di gudang Bulog.
Bulog Kotawaringin Timur memiliki wilayah pelayanan tiga kabupaten yaitu Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan. Oleh karena itu, ketersediaan cadangan beras selalu menjadi perhatian serius Bulog.
Penegasan ini juga disampaikan Fuad kepada tim Satgas Saber Pangan Pusat Badan Pangan Nasional (Bapanas) Wilayah Kalimantan Tengah yang sejak kemarin melakukan pemantauan harga, pasokan dan ketersediaan bahan pangan di daerah ini.
Fuad juga mendampingi tim Satgas Saber Pangan tersebut yang ingin melihat langsung cadangan beras di gudang Bulog di Jalan HM Arsyad dan Jalan Jenderal Sudirman KM 9 Sampit.
Baca juga: Bupati Kotim instruksikan Disdik telusuri isu pungli Komite Sekolah
Beras tersebut sebagian besar merupakan serapan dari hasil panen petani di tiga kabupaten, sedangkan sekitar 20 persen lainnya merupakan beras impor dari Vietnam dan Myanmar.
Untuk itu, Fuad berani memastikan stok beras dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri nanti masih sangat aman. Apalagi saat ini hingga Maret nanti memasuki masa panen, Bulog akan kembali menyerap gabah dan sehingga menambah stok beras di gudang.
"Makanya kami berani memastikan stok beras kita aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan, ditambah lagi nanti kembali menyerap gabah," ujar Fuad.
Ditambahkan Fuad, pihaknya juga menyediakan gula pasir yang saat ini stoknya mencapai 7 ton. Juga ada minyak goreng premium sekitar 5.000 liter dan Minyakita yang persediaannya mencapai 4.200 dus.
"Untuk Minyakita itu mami menjual dengan harga Rp14.500 untuk kemasan satu liter. Pengecer masih bisa mendapatkan untung karena HET (harga eceran tertinggi) Minyakita itu Rp15.700. Jadi masih ada selisih harga atau keuntungan pengecer," demikian Fuad.
Baca juga: Satgas Saber Pangan telusuri penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas di Kotim
Baca juga: Kolaborasi Pemkab Kotim dan Kodim 1015/Sampit bangun wilayah 3T lewat TMMD ke-127
Baca juga: HPN 2026, Bupati Kotim sebut pers berkontribusi sukseskan pembangunan daerah