Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Kodim 1015/Sampit untuk mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026.

“Banyak manfaat yang bisa didapat dari kegiatan ini, baik itu melalui peningkatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat melalui UMKM,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Desa Tribuana, Selasa.

Hal ini ia sampaikan usai membuka secara resmi kegiatan TMMD Reguler ke-127, yang mengusung tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa, ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Tribuana Kecamatan Telaga Antang. 

Pembukaan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kotim, Forkopimcam Telaga Antang, pelajar, mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Irawati menjelaskan, TMMD merupakan salah satu program bhakti TNI untuk membantu tugas pemerintah di daerah dalam mensukseskan pembangunan yang dilaksanakan bersama-sama dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di daerah. 

Atas nama Pemkab Kotim, Irawati menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Terlebih, menurutnya program TMMD sangat sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin melakukan pemerataan pembangunan dari desa ke kota.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan antara TNI dan pemerintah daerah terus terpelihara dengan baik.

“Semoga kegiatan ini mendatangkan banyak manfaat bagi tercapainya kualitas hidup masyarakat yang semakin baik dari waktu ke waktu demi kemajuan daerah kita di masa mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menyampaikan bahwa TMMD bertujuan membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersifat sasaran fisik maupun non fisik, guna memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.

Kodim 1015/Sampit bersama Pemkab Kotim pada tahun anggaran 2026 ini melaksanakan TMMD Reguler ke-127 yang dipusatkan di Kecamatan Telaga Antang ini menyasar tiga desa sekaligus, yakni Desa Batu Agung, Desa Tribuana, dan Desa Bukit Indah. 

Dengan waktu pengerjaan 10 Februari - 11 Maret 2026, fokus utama kegiatan ini adalah pembangunan infrastruktur jalan di tiga desa yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat kota Sampit tersebut, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sasaran fisik dan non-fisik yang komprehensif.

“Pembangunan ini menjadi prioritas karena letak geografis wilayah tersebut yang cukup jauh dari pusat kota dan memiliki akses yang terbatas,” ujarnya.

Baca juga: ASN Kotim dibekali keterampilan usaha antisipasi kesulitan keuangan saat pensiun

Dwi Candra pun memaparkan secara mendalam rincian teknis pengerjaan fisik di lapangan, yakni penimbunan jalan di Desa Batu Agung sepanjang 230 meter, penimbunan jalan di Desa Bukit Indah 240 meter dan 300 meter, serta jalan penghubung Bukit Indah ke Tribuana sepanjang 1,7 kilometer. 

Kemudian pembangunan siring pada sisi kiri dan kanan jalan di Desa Tribuana sepanjang 325 meter, pembangunan siring box, hingga rehabilitasi jembatan kayu masing-masing satu titik di Desa Bukit Indah dan Desa Tribuana.

Selain itu, kami juga ada sasaran fisik tambahan yang merupakan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Program ini dirancang untuk menyentuh aspek kebutuhan dasar masyarakat secara langsung dan berkelanjutan di wilayah sasaran,” bebernya.

Sasaran fisik tambahan tersebut meliputi pembuatan lima sumur, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan empat unit MCK, renovasi satu unit MCK,  renovasi gereja, pembangunan tempat wudhu mushola.

Berikutnya, program ketahanan pangan berupa pemberian dua kolam lele serta 1.000 bibit ikan dan penanaman 100 bibit sayur dan buah, normalisasi sungai dengan alat berat sepanjang 300 meter, penurunan angka stunting, penghijauan dengan penanaman 100 bibit pohon keras dan pembersihan lingkungan fasilitas umum maupun sosial.

“Sasaran fisik itu gunanya untuk memberikan manfaat, khususnya membantu masyarakat desa dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur. Jadi program dari pemda kami tindak lanjuti, membantu pemda, agar memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Lalu, untuk sasaran non-fisik berupa sosialisasi wawasan kebangsaan, bela negara, rekrutmen TNI AD, bahaya narkoba dan judi online, kamtibmas dan bijak penggunaan media sosial. Baksos TNI berupa pembagian sembako, pelayanan pengobatan gratis, sunat massal, pelatihan UMKM, hingga imunisasi dan pemasangan alat kontrasepsi.

“Sasaran non fisik bertujuan untuk memberikan manfaat, untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat, menciptakan generasi yang sehat, memberikan informasi hal-hal yang terbaru, termasuk memberikan membantu kesulitan masyarakat dan membantu kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Dwi Candra menambahkan, dalam TMMD Reguler ke-127 pihaknya mengerahkan 136 personel TNI yang dibantu 12 personel Polri, dua pegawai Pemkab Kotim, 30 masyarakat, dan 10 mahasiswa.

Dukungan anggaran pada pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 bersumber dari dana bantuan dari Pemkab Kotim sebesar Rp2.000.000.000 dan DIPA Petikan Satker Bidang Bhakti TNI tahun anggaran 2026 sebesar Rp486.500.000.

Baca juga: HPN 2026, Bupati Kotim sebut pers berkontribusi sukseskan pembangunan daerah

Terkait pemilihan lokasi TMMD, ia menyebutkan bahwa hal ini dilaksanakan sesuai dengan komando pimpinan, bahwa sasaran pemeliharaan harus bersifat bottom up (dari bawah ke atas) dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam TMMD ini juga sesuai aspirasi masyarakat.

“Pemilihan lokasi di Telaga Antang ini berdasarkan sistem bottom up, seperti yang disampaikan Wabup bahwa yang kita prioritaskan adalah wilayah 3T. Karena tiga desa ini jaraknya lumayan jauh dari Sampit dan disini juga kerap terdampak bencana maka kami laksanakan kegiatan di sini,” demikian Dwi Candra.

Camat Telaga Antang Joko Ariyadi Setiawan menyambut gembira sekaligus bersyukur karena wilayahnya menjadi sasaran program TMMD kali ini.

Ia menilai kolaborasi ini adalah solusi nyata yang sangat dinantikan oleh warganya. Joko berharap program serupa bisa terus berlanjut di desa-desa lain di wilayahnya agar terjadi pemerataan pembangunan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya. Dengan adanya pembangunan ini, masyarakat merasa nyaman dan senang. Ini adalah barometer kemajuan desa kita di mana anggaran digunakan secara efisien untuk kepentingan orang banyak. Terima kasih TNI dan semua pihak yang terlibat," pungkasnya.

Ia pun memberikan kesaksian mengenai kondisi nyata di lapangan sebelum program ini berjalan. Khususnya jalan di Desa Tribuana yang saat ini tengah dilaksanakan pembangunan siring.

Ia mengungkapkan bahwa akses jalan tersebut sebelumnya cukup rawan terlebih ketika musim hujan, padahal jalan tersebut merupakan akses menuju sekolah dan untuk mobilitas para petani ketika mengangkut hasil panen.

Ketika hujan atau dalam kondisi basah jalan tersebut becek dan licin, apalagi kondisi geografis setempat yang berada di area perbukitan dengan kondisi jalan yang menanjak, tak jarang material tanah tergerus dan turun ke bawah. 

“Sebelumnya, masyarakat dan pelajar sangat kesulitan saat melintas untuk mengantar anak sekolah maupun mengangkut hasil bumi. Dengan adanya program ini sangat bagus sekali, sehingga masyarakat dan pelajar bisa melalui jalan ini dengan aman dan nyaman,” demikian Joko.

Baca juga: Bupati Kotim apresiasi Solidaridad bantu dampingi petani sawit

Baca juga: Komisi II DPRD Kotim desak pengawasan distribusi pupuk diperketat

Baca juga: Bupati Halikinnor kampanyekan pola hidup sehat hingga ke desa