Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat keterampilan usaha untuk membantu menambah pendapat sebagai antisipasi kesulitan keuangan di masa pensiun.

"Data yang menunjukkan bahwa sekitar 7 dari 10 pensiunan di Indonesia tetap harus bekerja untuk melanjutkan hidup dan kurangnya persiapan dana pensiun," kata Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Muslih di Sampit, Selasa.

Hal itu disampaikannya saat mewakili Bupati Halikinnor membuka sosialisasi Ketaspenan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi PNS yang akan memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026. Kegiatan ini diikuti 88 PNS yang akan memasuki pensiun terhitung mulai 1 Maret dan 1 April 2026.

Menurut Muslih, kegiatan ini adalah upaya pegawai negeri sipil yang akan purnatugas mendapatkan pemahaman tentang hak yang akan diperoleh setelah purna tugas dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain itu, acara ini bertujuan untuk membekali calon pensiunan dengan keterampilan praktis, dan kepercayaan diri untuk berwirausaha, sehingga tetap produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi setelah pensiun.

Baca juga: HPN 2026, Bupati Kotim sebut pers berkontribusi sukseskan pembangunan daerah

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para ASN untuk dapat terus berkarya, mandiri dan sejahtera di masa purna tugas.

"Kita memberikan pelatihan kewirausahaan sehingga nanti setelah pensiun ada bekal mereka untuk melanjutkan kehidupan. Paling tidak yang purnatugas yang tidak punya pekerjaan, mereka bisa memulai usaha baru sehingga aktivitas kehidupan masih berjalan," demikian Muslih.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Data Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Timur, Kamaruddin Makkalepu mengatakan, kegiatan sosialisasi Ketaspenan bertujuan agar ASN yang pensiun nantinya mengetahui hak-haknya dengan baik. 

Selain itu, dilaksanakan pembekalan tentang kewirausahaan yakni budidaya jamur tiram dan budidaya ikan patin. Pelatihan ini menghadirkan praktisi agar benar-benar dapat memberikan ilmu bermanfaat untuk memulai usaha.

"Masih banyak PNS setelah purnatugas masih perlu melanjutkan pekerjaan untuk bisa menghidupi keluarga karena setelah pensiun gaji itu tidak lagi sebesar waktu bekerja sebagai PNS. Paling maksimal 70 persen dari gaji pokok. Makanya kadang ada yang tetap bekerja. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha," demikian Kamaruddin. 

Baca juga: Bupati Kotim apresiasi Solidaridad bantu dampingi petani sawit

Baca juga: Komisi II DPRD Kotim desak pengawasan distribusi pupuk diperketat

Baca juga: Ditresnarkoba Polda Kalteng gagalkan peredaran 50 gram sabu di Kotim