Kuala Kurun (ANTARA) - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah kini sudah menjangkau sejumlah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Mihing Raya.

Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kapolsek Sepang Ipda Abner saat dihubungi dari Kuala Kurun, Senin, mengatakan ada 1.216 peserta didik di wilayah Mihing Raya yang menjadi penerima manfaat program MBG.

“Mereka berasal dari 10 satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMA yang berada di wilayah Kelurahan Kampuri, Desa Rangan Tate, dan lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, program MBG di Mihing Raya dijalankan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tumbang Empas. Sedangkan untuk pendistribusian melibatkan relawan SPPG yang menggunakan armada khusus.

Menu yang disajikan telah disusun dengan standar gizi seimbang, terdiri dari nasi putih, ayam goreng, orek tempe goreng, serta dilengkapi lalapan timun, daun selada, dan buah semangka segar sebagai pencuci mulut.

Baca juga: Dua kebakaran di Gunung Mas hanguskan ruko dan barak

Menurut Abner, para guru serta orang tua murid menyambut antusias program MBG, yang dinilai sangat membantu dalam meringankan beban keluarga sekaligus menjamin asupan nutrisi berkualitas bagi anak-anak saat jam sekolah.

Ke depan Polsek Sepang akan terus melakukan pengawalan terhadap pendistribusian MBG di wilayah hukum mereka, guna memastikan keberlanjutan program nasional di sana.

“Pengawalan bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan lancar tepat waktu dan tepat sasaran. Fokus utama kita adalah membantu pemerintah meningkatkan gizi anak-anak sekolah agar mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi emas masa depan," demikian Abner.

Untuk diketahui, program MBG di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ telah berjalan sejak 8 Oktober 2025. Program tersebut dijalankan oleh SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari atau yang dikenal dengan program Kemala Presisi II Polres Gumas.

Program MBG yang dijalankan SPPG Kemala Presisi II Polres Gumas awalnya menyasar ratusan pelajar di Kuala Kurun Kecamatan Kurun, dan hingga kini telah menyasar ribuan penerima manfaat yang terdiri dari pelajar, tenaga pendidik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga: Pengaturan jam kerja ASN Gumas selama Ramadhan pertimbangkan kekhusyukan dan pelayanan

Baca juga: OJK: Ketapang Gaya berdampak nyata terhadap sektor pertanian

Baca juga: Bupati Gumas minta damang utamakan musyawarah mufakat dan kekeluargaan