Sampit (ANTARA) - Seorang pelajar di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Ananda Putra Wijaya (18) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya di sebuah dana bekas tambang galian C di Perumahan Bina Karya Jalan Jenderal Sudirman km 6 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Kronologisnya dia berenang menuju ke titik sekitar 75 meter sampai 100 meter dari pinggir danau menyeberang untuk mengejar teman-temannya. Lalu karena kelelahan, dia tenggelam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.
Ananda Putra Wijaya merupakan siswa jurusan Teknik Audio Video SMKN 2 Sampit. Remaja kelahiran 20 Desember 2007 diketahui baru dua kali ikut berenang bersama rekan-rekannya.
Multazam mengatakan, peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu langsung panik dan meminta pertolongan warga setempat.
BPBD Kotawaringin Timur yang menerima laporan kejadian, langsung menurunkan tim berbekal perahu karet. Selanjutnya, juga ada tim dari Pos SAR Sampit, Polres, PMI dan lainnya.
Baca juga: Ratusan warga pilih mudik lebih awal lewat Pelabuhan Sampit
Setibanya di lokasi tim melakukan observasi keadaan sekitar terlebih dahulu untuk memastikan keselamatan personel. Setelah mendapatkan informasi dengan pihak terkait, lalu tim bersama tim SAR dan masyarakat melakukan operasi pencarian.
Kedalaman danau bervariasi dari 160 hingga 180 cm. Kondisi air keruh. Tim dibantu penerangan dari unit penerangan BPBD dan tim penyelam Pos SAR Sampit.
Pencarian dilakukan dengan menyelam menyusuri danau menggunakan perahu karet dan jala ikan. Berkat kerja cepat dan kekompakan tim, korban berhasil ditemukan, meski dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Kesigapan tim pencarian BPBD dan Pos SAR Sampit, pukul 19.50 WIB korban ditemukan di sekitar 25 meter dari pinggir danau. Korban langsung dievakuasi PMI untuk dibawa ke rumah sakit," ujar Multazam.
Kejadian ini menambah panjang daftar musibah meninggalnya anak dan remaja di lokasi danau buatan. Sebelumnya, seorang anak perempuan diperkirakan berusia 12 tahun, meninggal dunia akibat tenggelam saat berwisata mengisi liburan tahun baru 2026 di sebuah objek wisata danau buatan yang lokasinya juga di sekitar kawasan tersebut, Kamis (1/1/2026).
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada saat bermain atau berwisata air. Keselamatan harus diutamakan. Pengelola tempat juga harus melakukan pengawasan ketat untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan," demikian Multazam.
Baca juga: DAD Kotim tegaskan berdiri di depan membela hak masyarakat
Baca juga: DPRD Kotim ingatkan pedagang tidak permainkan harga selama Ramadhan
Baca juga: Legislator Kotim dorong pembentukan perbup untuk mengikat mahasiswa kedokteran