Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Kalimantan Tengah pada pelaksanaan kuliah gratis dalam pelaksanaan Program 1 Rumah 1 Sarjana, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan peluncuran Program Strategis Sektor Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar secara hybrid di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, kemarin.

"Program 1 Rumah 1 Sarjana merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan kesempatan kuliah gratis bagi masyarakat, sehingga setiap keluarga di Kalimantan Tengah diharapkan memiliki minimal satu orang sarjana," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan, MPd. 

Penandatangan kerja sama itu juga dihadiri 36 Perguruan Tinggi dan perwakilan SMA Sederajat di Kalteng, Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Deputi Bidang Kebudayaan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pungkas Bahjuri Ali yang memberikan dukungan terhadap program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Wamen Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama bagi sebuah bangsa yang ingin maju.

“Pembangunan sumber daya manusia adalah prioritas bangsa. Kita bisa belajar dari Korea Selatan. Saat mereka merdeka, mereka tidak memiliki apa-apa. Namun mereka menggalakkan pendidikan secara besar-besaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh budaya kerja dan semangat masyarakatnya.

“Pendidikan terus digalakkan, dibarengi dengan budaya kerja yang kuat dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, jika kita ingin menjadi bangsa yang maju seperti Korea Selatan, kita tidak boleh menjadi orang yang malas. Kita harus menjadi manusia yang luar biasa,” tegasnya.

UMPR-Gubernur Kalteng kerja sama program Kuliah Gratis- 1 Rumah 1 Sarjana (ANTARA/UMPR)

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Program 1 Rumah 1 Sarjana merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah agar anak-anak Kalimantan Tengah dapat terus melanjutkan pendidikan. Kita ingin setiap rumah memiliki sarjana, sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah ini semakin meningkat,” ujarnya.

Gubernur Kalteng juga berpesan kepada para generasi muda agar tidak hanya mengejar pendidikan tinggi, tetapi juga menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan.

“Sekolah itu penting, pendidikan itu penting. Tetapi yang paling utama adalah adab. Karena adab harus selalu diutamakan dalam kehidupan,” pesannya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan UMPR untuk berperan aktif dalam menyukseskan program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“UMPR menyambut baik penandatanganan MoU Program 1 Rumah 1 Sarjana ini. Kami siap berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Tengah, sehingga semakin banyak generasi muda yang dapat meraih pendidikan dan menjadi sumber daya manusia unggul bagi daerah,” ujar Rektor UMPR.

Melalui kerja sama ini, UMPR diharapkan menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan dalam mendukung terwujudnya pemerataan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.