Sampit (ANTARA) - Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mempererat tali silaturahim sekaligus mempertebal nilai spiritual bagi para purnatugas Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat rangkaian kegiatan bertema Gema Ramadhan.

“Kami sangat mengapresiasi PWRI Kotim yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini merupakan momentum penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Jumat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat PWRI Kotim ini memanfaatkan momen peringatan Nuzulul Quran untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang memperkuat rasa kebersamaan anggotanya, mulai dari Khotmil Quran, tausiah, hingga buka puasa bersama. 

Umar yang hadir mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi atas konsistensi para senior dalam menjaga ukhuwah islamiyah.

Ia menekankan bahwa peringatan Nuzulul Quran tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Acara ini harus menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pertengahan Ramadhan ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga semangat kekeluargaan. Menurutnya, berkumpulnya para pensiunan dalam bingkai ibadah merupakan cara terbaik mengisi masa tua.

“Kita berharap momen ini meningkatkan ukhuwah islamiyah dan kebersamaan di dalam PWRI. Apalagi dilakukan dengan amal ibadah seperti Fahmil Quran dan pemberian santunan kepada yang membutuhkan,” tuturnya.

Selain aspek religius, acara ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim. 

Umar menilai hal ini mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi dari para pensiunan ASN, yang tetap ingin berkontribusi nyata bagi masyarakat meski telah memasuki masa purnatugas.

“Nilai kepedulian dan kebersamaan seperti inilah yang perlu terus kita pelihara. Kehadiran PWRI bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi sesama, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan ini,” ucapnya.

Pemkab Kotim memandang para anggota PWRI sebagai sosok yang kaya akan pengalaman dan kebijaksanaan. 

Baca juga: NAM Air Sampit siapkan penerbangan tambahan sambut mudik Lebaran 2026

Umar berharap pemikiran para senior tersebut tetap mengalir sebagai sumber inspirasi dan masukan strategis bagi percepatan pembangunan di daerah berjuluk Bumi Habaring Hurung tersebut.

“Anggota PWRI ini memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian kepada bangsa. Kami sangat terbuka terhadap berbagai saran dan gagasan dari para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk daerah ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kotim Sugian Noor mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang sudah memasuki tahun kedua ini. 

Ia mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah partisipasi anggota dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.

“Ini tahun kedua kami melaksanakan kegiatan seperti ini. Alhamdulillah, tahun ini lebih banyak yang berpartisipasi. Termasuk Khotmil Quran dari ibu-ibu PWRI yang berjumlah 90 orang,” sebutnya.

Total ada sekitar 300 anggota beserta pengurus PWRI Kotim. Meskipun antusiasme pada acara tahun ini cukup tinggi, Sugian mengakui ada beberapa anggota yang berhalangan hadir karena faktor kesehatan dan jarak tempat tinggal yang jauh. 

Mengingat sebagian besar anggota PWRI sudah lanjut usia, pihaknya terus berupaya memfasilitasi kebutuhan para anggota.

“Ke depan, kami ingin meningkatkan lagi jangkauan sosial kami. Jika saat ini baru bisa menyantuni anak yatim, tahun depan insya Allah kami targetkan bisa menyentuh kaum dhuafa dan masyarakat umum di sekitar kita,” harapnya.

Disamping fokus pada urusan internal organisasi, Sugian juga menaruh perhatian besar pada isu sosial yang tengah berkembang, khususnya terkait masa depan generasi muda di Kotawaringin Timur. Ia merasa prihatin dengan maraknya kasus penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap melalui kedekatan spiritual yang dibangun dalam PWRI, para anggota bisa menjadi benteng bagi keluarga masing-masing. Sugian ingin agar para purnabakti ASN mampu memberikan edukasi dan pengawasan ekstra kepada anak cucu mereka.

“Kami melihat di berita banyak anak-anak kita terlibat narkoba. Kami sangat berharap ke depan anak cucu kami di lingkungan PWRI tidak sampai terlibat dalam hal negatif tersebut,” demikian Sugian.

Baca juga: DPRD Kotim desak pengawasan ketat barang kadaluarsa jelang Idul Fitri

Baca juga: Disiapkan 11 keberangkatan kapal untuk angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Polres Kotim siapkan strategi khusus amankan Lebaran