Sampit (ANTARA) - Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, resmi bergulir sekaligus menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Kejurcab Domino ini karena ini yang pertama di Kotim. Kami dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyambut baik keberadaan Orado yang kini telah membawa domino menjadi cabang olahraga resmi,” kata Kepala Dispora Kotim, Muhammad Irfansyah di Sampit, Jumat.
Mewakili pemerintah daerah, Irfansyah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) menggelar kegiatan ini. Kehadiran Orado di Kotim pun dinilai memberikan warna baru bagi dunia olahraga daerah.
Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi wadah silaturahmi tetapi juga pembinaan atlet berbakat yang kedepannya bisa mengharumkan nama daerah pada perlombaan di tingkat yang lebih tinggi.
“Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, namun sarana menumbuhkan sportivitas, kejujuran, dan kerja sama. Diharapkan lahir atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kotim di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa domino bukan lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan memiliki nilai-nilai kompetisi. Perubahan media dari kartu menjadi balok persegi panjang menjadi pembeda utama dalam standarisasi olahraga ini.
Irfansyah meyakini domino memiliki potensi besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang karena sifatnya yang merakyat. Dukungan penuh diberikan Dispora terhadap inovasi cabor baru guna memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat.
“Kami dari Dispora sangat mendukung terbentuknya olahraga baru yang dapat memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran dan fair play selama perlombaan berlangsung. Baginya, menang atau kalah adalah hal biasa, namun proses pengembangan karakter dan disiplin adalah yang utama.
“Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah proses, pengalaman dan semangat untuk terus berkembang menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Baca juga: KLH dukung kesiapan DLH Kotim terapkan KIE Nasional Pengelolaan Sampah
Ketua Panitia sekaligus Ketua Federasi Orado Kotim, Endra Rosana menerangkan bahwa pembentukan organisasi ini didasari oleh tingginya animo masyarakat. Momentum pembentukan cikal bakal Orado dimulai saat pertemuan besar di Jakarta Januari lalu.
“Animo masyarakat di seluruh Indonesia sangat tinggi, bahkan sampai tingkat RT/RW sudah menyukai domino. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Orado di Kotim untuk menaungi hobi menjadi prestasi,” jelas Endra.
Sebelum Kejurcab ini, Orado Kotim telah melaksanakan eksibisi sebelum Idul Fitri sebagai sarana sosialisasi aturan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama terkait regulasi standar dalam olahraga domino.
Endra mengaku terkejut dengan peningkatan partisipasi peserta yang melonjak drastis dari hanya 10 tim saat eksibisi menjadi 34 tim. Padahal, masa sosialisasi dan persiapan panitia hanya dilakukan dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Kejurcab kali ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi cepat untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalteng. Penjaringan atlet dilakukan secara intensif mengingat jadwal kompetisi tingkat provinsi yang sudah sangat dekat.
“Kegiatan ini kami laksanakan segera untuk mengejar Kejurprov pada 13-14 April mendatang. Dari 34 tim yang bertanding hari ini, juaranya akan mewakili Kotim, terdiri dari dua tim dewasa dan dua tim junior,” tambah Endra.
Target besar pun telah dipasang, pasalnya tim yang menang di tingkat provinsi akan dikirim menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ajang nasional tersebut rencananya akan digelar di Bogor pada 24-26 April 2026 mendatang.
Dengan tingginya animo masyarakat Kotim pada olahraga domino, Orado Kotim berencana menggelar Kejurcab kedua pada Agustus nanti. Target peserta pada momentum hari kemerdekaan tersebut diproyeksikan mampu mencapai hingga 100 tim peserta.
“Karena biasanya pada momentum 17-an itu banyak perlombaan yang digelar, jadi kami juga ingin ikut memeriahkan sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa kini domino sudah masuk dalam cabang olahraga yang berorientasi pada prestasi,” demikian Endra.
Baca juga: BKPSDM Kotim usulkan 365 formasi untuk perekrutan CASN 2026
Baca juga: Pedagang plastik di Sampit mulai batasi stok imbas kenaikan harga
Baca juga: Disdukcapil Kotim jemput bola perekaman KTP penyandang disabilitas dan ODGJ