Muara Teweh (ANTARA) - Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, menanggapi laporan warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, terkait kondisi tanah longsor di sekitar tower yang dinilai membahayakan masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, posisi tower berada di lokasi yang cukup rawan karena tanah di sekitarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Bahkan, jarak antara titik longsor dengan posisi tower diperkirakan hanya sekitar 7 hingga 10 meter.

“Warga sangat khawatir, terutama mereka yang rumahnya berada tepat berseberangan dengan tower tersebut. Kondisi tanah yang longsor membuat potensi risiko semakin tinggi,” kata Ardianto di Muara Teweh, Senin.

Ia juga mengungkapkan bahwa akses untuk melihat kondisi tower secara langsung cukup sulit karena letaknya berada di atas bukit, sehingga diperlukan penanganan khusus dari pihak terkait.

Ardianto meminta agar pihak provider atau penyedia layanan segera turun tangan melakukan pengecekan dan penanganan terhadap kondisi tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap pihak terkait dapat segera merespons laporan ini. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Dan hal ini juga sudah kita laporkan kepada Dinas Komunikasi dan Persandian Barito Utara,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong instansi terkait di daerah untuk turut melakukan koordinasi dan pengawasan, sehingga potensi bahaya dapat diantisipasi sedini mungkin.

Warga Desa Sikui berharap adanya tindakan cepat dari pihak perusahaan maupun pemerintah, agar kondisi tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih besar, mengingat kekhawatiran akan kemungkinan robohnya tower jika longsor semakin meluas.