Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat program edukasi kepada masyarakat mengenai program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

"Kami baru saya melaksanakan edukasi serta praktik lapangan tentang penerapan PLTB dengan sasaran masyarakat dan pengelola produk teh berbahan dasar daun karamunting," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengatakan program PLTB sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi dengan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program pembukaan lahan tanpa bakar.

“Kami ingin setiap warga di seluruh kelurahan terlibat dalam program ini. Ini bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan inovasi yang berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya.

Pihaknya berencana menggelar lebih banyak kegiatan pendampingan, edukasi, dan praktik lapangan bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Dia menambahkan, dengan memperluas cakupan program, ia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan limbah pembukaan lahan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti Teh PLTB yang berasal dari daun karamunting.

“Kami optimistis, dengan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, program PLTB bisa menjadi solusi efektif dalam mengurangi karhutla dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Untung mengungkapkan bahwa capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palangka Raya tahun 2025 berada pada angka 70,24 dengan kategori sedang.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan masih perlu terus ditingkatkan melalui berbagai upaya berkelanjutan, baik dari sisi kualitas udara, air, maupun tutupan lahan.

“Peningkatan kualitas lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah diarahkan tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sekitar.

Selain itu, Untung menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga lingkungan agar capaian yang sudah ada dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Lingkungan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kita harus terus berupaya meningkatkan kondisi ini secara bersama-sama,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kualitas lingkungan hidup di Kota Palangka Raya dapat semakin membaik dan berkelanjutan.

Baca juga: Kurir sabu 1 kg dibekuk di Sukamara saat terobos razia

Baca juga: Disdik Palangka Raya dorong pola hidup disiplin dan sehat bagi anak

Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat SDM Koperasi Merah Putih melalui pelatihan