Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menyampaikan kabar gembira, akan adanya penerbangan perdana pesawat berbadan besar jenis Airbus A320 milik Super Airjet di Bandara Haji Asan Sampit pada 7 Mei mendatang.
“Jadi kita sudah menerima jadwal dari Pimpinan Lion Group bahwa insyaallah 7 Mei itu landing (mendarat) perdana Pesawat Airbus A320 Super Airjet di Bandara Haji Asan Sampit,” kata Halikinnor di Sampit, Senin.
Dengan masuknya berukuran besar ke Bandara Haji Asan Sampit, Kotim menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor transportasi dan konektivitas.
Hal ini menjadi indikator penting berkembangnya daerah, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Halikinnor mengakui, kondisi lebar landasan Bandara Haji Asan Sampit saat ini masih 30 meter, sementara idealnya mencapai 45 meter. Meski begitu, berdasarkan hasil kajian teknis, bandara tersebut dinyatakan layak untuk didarati pesawat berbadan besar tersebut.
Penerbangan perdana ini juga akan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Bahkan, Dirjen Perhubungan Udara dikabarkan akan ikut dalam penerbangan perdana tersebut, dan dirinya berencana turut mendampingi.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar, karena ini pertama kalinya pesawat besar landing di Bandara Haji Asan Sampit dan itu yang kita cita-citakan sejak lama,” tambahnya.
Halikinnor melanjutkan, berdasarkan informasi dari pihak maskapai, untuk tahap awal Pesawat Super Airjet Airbus A320 ini akan melayani satu rute saja, yakni Sampit-Jakarta Pulang Pergi (PP).
Namun, Lion Group membuka peluang untuk penambahan rute, seperti Sampit-Semarang dan Sampit-Surabaya, yang cukup diminati di Bandara Haji Asan Sampit.
Baca juga: Juara FLS3N dan O2SN Kotim diharapkan melaju hingga ke tingkat nasional
Tak hanya itu, rencananya Lion Group akan mengkoneksikan penerbangan Pesawat Super Airjet Airbus A320 untuk keberangkatan rombongan haji dan umrah.
Dengan begitu, penerbangan yang biasanya dibagi dua kelompok karena kapasitas pesawat yang terbatas, kedepannya bisa dijadikan satu kelompok terbang (kloter).
“Makanya kami bersyukur sekali, ini berkat doa masyarakat dan kerjasama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Harapan kita landing perdana ini bisa berjalan dengan baik dan seterusnya dapat mempermudah dan memperlancar arus transportasi udara di Bumi Habaring Hurung ini,” tuturnya.
Lebih jauh, kehadiran pesawat berbadan besar ini diyakini tidak hanya meningkatkan mobilitas penumpang, tetapi juga memperkuat distribusi logistik melalui kargo udara. Hal ini dinilai akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, bertambahnya maskapai dan kapasitas penerbangan diharapkan mampu menciptakan persaingan harga tiket yang lebih sehat. Sehingga, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dan peluang mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau.
“Harapannya harga tiket bisa berkurang. Dengan adanya tambahan pesawat ini, otomatis ada pilihan bagi masyarakat. Biasanya kalau ada kompetisi, harga juga ikut bersaing,” demikian Halikinnor.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah menyampaikan bahwa Bandara Haji Asan Sampit telah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan yang menyatakan kelayakan landasan untuk didarati pesawat berbadan besar jenis Airbus A320.
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi pengembangan konektivitas daerah, mengingat sebelumnya bandara tersebut hanya mampu melayani pesawat jenis lama yang produksinya telah dihentikan.
“Satu kabar yang menggembirakan, dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kita sekarang sudah memiliki SBU yang menyatakan landasan kita bisa dilandasi pesawat A320,” demikian Raihansyah.
Baca juga: Dua desa di Kotim sukses jadi percontohan integrasi layanan primer
Baca juga: Samsat Kotim ungkap 200.000 kendaraan menunggak pajak
Baca juga: Bupati Kotim tekankan pentingnya pelestarian budaya