Palangka Raya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah (DPD IMM Kalteng) memperkuat peran kader perempuan dalam deteksi dan penanganan kekerasan seksual serta ketidakadilan gender melalui Pendidikan Khusus Immawati (DIKSUSWATI) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Revitalisasi Peran Immawati yang Progresif dan Berkemajuan” di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng.
"Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas kader Immawati sekaligus forum refleksi terhadap persoalan kekerasan seksual dan ketidakadilan gender yang masih terjadi di tengah masyarakat," kata Ketua Bidang Immawati DPD IMM Kalteng, Risma Dewi di Palangka Raya, Rabu.
Dia mengatakan bahwa gerakan Immawati memiliki posisi penting sebagai motor penggerak dan jawaban terhadap persoalan keperempuanan. Immawati lahir sebagai jawaban, sebagai kader perempuan Muhammadiyah, Immawati bukan sekadar pelengkap di dalam organisasi namun merupakan penggerak gerakan perempuan di Kalteng.
"Kita sebagai acuan potret Muslimah, yang tak terlepas Immawati akan menjadi regenerasi untuk penerus ibunda ‘Aisyiyah kedepan, kita adalah subjek perubahan untuk IMM masa depan,” ungkapnya.
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan dalam sambutannya menegaskan bahwa IMM hadir sebagai gerakan sosial yang memiliki tanggung jawab moral dalam menangani persoalan kekerasan seksual di Kalteng.
Ia menyampaikan bahwa maraknya kasus kekerasan seksual, baik di lingkungan pendidikan maupun ruang sosial lainnya, menjadi alarm serius yang harus dijawab bersama melalui edukasi, advokasi, dan penguatan keberpihakan terhadap korban.
“IMM Kalteng hadir untuk menjadi bagian dari solusi, sebagai bagian gerakan yang tidak hanya menyuarakan kepedulian, tetapi juga berkomitmen menjadi pelopor terciptanya ruang aman, ruang yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan stigma terhadap perempuan,” tegasnya.
Selain itu, pelaksanaan DIKSUSWATI juga menjadi refleksi penting bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, memimpin, dan menentukan masa depannya tanpa rasa takut.
Mewakili Ketua PWM Kalteng, Daryana yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaannya.
Dia juga berharap DPD IMM Kalteng dapat terus mengambil peran aktif dan menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam membahas berbagai persoalan keperempuanan.
“Sebagaimana pesan surah Ali Imran ayat 104, bahwasanya kita diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah yang munkar, tentunya agenda ini menjadi implementasi atas surah tersebut, kami sangat mengapresiasi dan harapan kami IMM dapat menyelesaikan persoalan yang ada, khususnya mencegah kemungkaran, terutama dalam kekerasan seksual,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Andina Thresia Narang, B.Comm., selaku Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang memaparkan pandangan dan gagasannya mengenai pentingnya peran perempuan dalam dinamika politik kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, IMM berharap lahir kader-kader Immawati yang progresif, berdaya saing, serta mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan di Kalteng.
Baca juga: Karya mahasiswa FK UMPR raih kategori poster terinformatif Ajang Nasional PALIAFEST 2026
Baca juga: UMPR siap laksanakan program pemerintah pusat menuju kampus unggul
Baca juga: Program Pascasarjana UMPR bedah buku "Semesta Berkemajuan: Dakwah Muhammadiyah di Thailand"