Kuala Kurun (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) serta Karang Taruna menggelar kampanye Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gumas Heriyanto, saat membuka kegiatan di Taman Kota Kuala Kurun, Senin, menegaskan persoalan sampah perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

“Sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi sumber berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan, penyebaran virus dan bakteri, serta menjadi sarang bagi hewan pembawa penyakit,” sambungnya.

Ia menjelaskan, kampanye tersebut diisi dengan senam bersama, edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, serta sosialisasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti masyarakat luas serta generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA sederajat, termasuk peserta didik dari Sekolah Rakyat Gumas.

Baca juga: Dinsos Gunung Mas gerak cepat jaring calon siswa Sekolah Rakyat 2026/2027

Melalui kampanye ini diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah semakin meningkat, sehingga berdampak pada terciptanya lingkungan yang bersih serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Gumas Isnaini menyampaikan, kegiatan kampanye ini juga diramaikan oleh pelaku UMKM yang ikut menjajakan dagangannya kepada masyarakat.

Tercatat sebanyak 20 pelaku UMKM terlibat, terdiri dari 16 UMKM masyarakat umum dan 4 kelompok usaha pelajar.

Selain itu, Karang Taruna Gumas juga menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dalam pasar murah tersebut dijual gula pasir seharga Rp15 ribu per kilogram serta berbagai bahan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga Rp10 ribu.

"Kegiatan semakin meriah dengan adanya undian berhadiah, dengan hadiah utama satu unit motor listrik serta berbagai hadiah menarik lainnya," demikian Isnaini.

Baca juga: Pemkab minta HIPMI Gumas aktif jadi motor penggerak ekonomi daerah

Baca juga: Pemkab Gunung Mas terus berupaya tekan angka perkawinan usia anak

Baca juga: Polres Gumas pastikan isu penganiayaan di Manuhing hoaks