Palangka Raya (ANTARA) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Yunisa Nassela Evansa, seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi yang terpilih sebagai Nyai Kalimantan Tengah 2026 dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang Kalimantan Tengah 2026.
“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa berangkat dan mengikuti pra karantina selama dua hari, lalu tiga hari karantina bersama perwakilan dari 12 kabupaten dan 1 kota lainnya,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat.
Dia mengatakan, perjalanan untuk meraih gelar Nyai Kalteng 2026 tidaklah mudah. Ia mengungkapkan bahwa semuanya dimulai dari proses pemilihan di tingkat kabupaten sebelum akhirnya melaju ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Gunung Mas.
Dalam waktu persiapan yang cukup singkat, Assel harus memaksimalkan segala kemampuan yang dimiliki. Ia mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan seleksi.
“Yang pertama tentu mempersiapkan mental. Karena baru dikonfirmasi berangkat satu minggu sebelum kegiatan, saya benar-benar belajar mulai dari public speaking, materi, menyiapkan unjuk bakat, sampai pakaian sesuai agenda,” katanya.
Di balik pencapaiannya tersebut, Assel juga menghadapi tantangan yang membekas selama proses karantina. Salah satu momen paling menantang baginya adalah sesi latihan koreografi.
Sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi UMPR, Assel merasa ilmu yang dipelajarinya sangat membantu selama mengikuti ajang pemilihan tersebut, terutama dalam membangun rasa percaya diri dan citra positif di depan publik.
“Saya belajar bagaimana menyampaikan informasi dengan baik dan memilih kata-kata yang tepat, sehingga lebih lancar menyampaikan apa yang ada di pikiran. Sebagai duta, kemampuan berbicara itu sangat penting untuk menyuarakan advokasi dan mengabdi kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Assel, kemampuan public speaking menjadi salah satu aspek terpenting dalam ajang pemilihan duta wisata.
“Penampilan luar mungkin memikat di awal, tetapi cara kita berkomunikasi, menyampaikan visi, dan mempromosikan pariwisata daerah dengan baik itulah yang meninggalkan kesan mendalam,” tuturnya.
Tak hanya itu, Assel juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah di era digital saat ini.
“Kebudayaan Kalimantan Tengah adalah warisan yang sangat berharga. Generasi muda, dengan kreativitas dan penguasaan teknologi, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan budaya ini tetap bertahan bahkan dikenal hingga tingkat internasional,” katanya.
Setelah menyandang gelar Nyai Kalteng 2026, Assel ingin fokus menyuarakan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya penurunan angka stunting.
“Pariwisata harus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dengan baik. Kita tidak bisa membangun masa depan pariwisata yang hebat tanpa generasi penerus yang sehat dan unggul,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa gelar yang diraihnya merupakan sebuah amanah besar. Assel merasa, tanggung jawab terbesar adalah menjaga kepercayaan yang sudah diberikan dan menjadi jembatan yang membawa dampak nyata bagi masyarakat Kalteng.
"Gelar ini bukan sekadar tentang penampilan di atas panggung, tetapi bagaimana bisa bekerja langsung untuk masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: UMPR perkuat sinergi dengan LPP RRI Palangka Raya
Dalam perjalanannya, Assel mengaku dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar, terutama doa dan restu dari orang tua serta almarhumah sang ibu.
“Doa dan restu orang tua, terutama almarhumah ibu saya, menjadi kekuatan terbesar dalam hidup saya. Selain itu, dukungan mentor, dosen, sahabat, dan masyarakat juga menjadi penyemangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kalimantan Tengah,” katanya.
Ke depan, Assel berharap dapat menjadi representasi yang membanggakan bagi UMPR sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Tengah melalui edukasi literasi digital, promosi pariwisata, dan pengenalan budaya daerah melalui konten kreatif.
“Saya ingin menginspirasi generasi muda agar bangga dengan identitas daerahnya dan bersama-sama memajukan pariwisata Kalimantan Tengah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunilasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr Rita Rahmaniati, MPd, turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswi Ilmu Komunikasi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Assel menjadi Nyai Kalimantan Tengah 2026 membuktikan bahwa mahasiswa UMPR mampu bersaing dan menunjukkan kualitas diri, baik di bidang akademik maupun non akademik.
“Kami ucapkan selamat dan sukses untuk Assel. Kami sangat bangga atas capaian yang diraihnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMPR memiliki kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta wawasan yang baik dalam membawa nama daerah dan almamater. Kami berharap Assel dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berani tampil, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Baca juga: FISIP ADKOM UMPR perkuat sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan KPID-RRI
Baca juga: UMPR gelar kuliah umum peran generasi muda dalam penyiaran sehat
Baca juga: UMPR perkuat sinergi dengan KPID Kalteng melalui penandatanganan MoU