Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menggelar kuliah umum bertema Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Penyiaran Sehat, Literasi Kuat Menuju Generasi Emas 2045 sebagai upaya memperkuat literasi media serta mendorong terciptanya penyiaran sehat di kalangan generasi muda.

"Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara UMPR, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah, dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palangka Raya," kata Wakil Rektor III UMPR, Dr. (Cand) Apt. Guntur Satrio Pratomo, M.Si. di Aula Kampus-3 UMPR, Rabu.

Dia mengatakan, kuliah itu menghadirkan narasumber dari Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Kalimantan Bachtiar Ali, S.Sos, Kepala LPP RRI Palangka Raya, Tri Umi Setyawati, S.PT, dan Direktur Kerjasama Perguruan Tinggi UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, M.A.P.

"Kuliah umum diikuti sebanyak 300 mahasiswa dari berbagai program studi, khususnya Program Studi Manajemen dan Program Studi Ilmu Komunikasi UMPR," katanya.
 

Wakil Rektor III UMPR, mengatakan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terkait pentingnya literasi media dan etika bermedia di era digital.

“Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan literasi media, berpikir kritis terhadap informasi, serta bijak dalam menggunakan media sosial maupun platform digital lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi saat ini menghadirkan tantangan besar, terutama maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten negatif yang perlu dihadapi dengan penguatan literasi masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalimantan Tengah, Novianto Eko Wibowo, M.AP., menegaskan dalam penyampaian laporan kegiatan ini bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam mendukung terciptanya penyiaran sehat di Indonesia.

“Generasi muda saat ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi produsen informasi melalui media digital. Karena itu, literasi media menjadi sangat penting agar generasi muda mampu menghadirkan konten yang edukatif, inspiratif, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam menciptakan ruang media yang sehat dan berkualitas sebagai bagian dari kontribusi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Kuliah umum yang dipandu oleh moderator, mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi yang bernama C ini, berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mengenai tantangan media digital, etika penyiaran, hingga peran KPI dan mahasiswa dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.