Buntok (ANTARA) - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah Bhayu Rhama resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030.
“Selama kita masih memiliki kesempatan hidup, maka kita harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Saya ingin pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah, khususnya di UPR, menjadi lebih baik lagi,” katanya di Palangka Raya, Senin.
Dia mengungkapkan, keputusan maju dalam pemilihan rektor disebut dilandasi keinginan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah, agar lebih maju dan memberi dampak luas bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat daya saing generasi muda di Kalimantan Tengah.
“Kedua orang tua saya sudah mengabdi di Kalimantan Tengah lebih dari 50 tahun. Karena itu saya merasa memiliki kewajiban moral untuk melanjutkan pengabdian tersebut melalui sektor pendidikan,” ucapnya.
Baca juga: Mahasiswa UPR diberikan pemahaman terkait hukum asuransi dan pengangkutan
Dalam visinya membangun Universitas Palangka Raya, Bhayu menilai persoalan sarana prasarana kampus masih menjadi tantangan mendasar yang perlu segera dibenahi.
Pengalaman sebagai Wakil Dekan hingga Dekan FISIP UPR disebut menjadi modal untuk memahami kebutuhan kampus, termasuk menciptakan lingkungan belajar lebih nyaman dan mendukung prestasi akademik mahasiswa.
“Permasalahan mendasar seperti sarana prasarana harus diselesaikan secara cepat dan konkret. Saat saya menjadi Dekan FISIP, saya memiliki target menghadirkan fasilitas AC di ruang kelas dan itu mulai terpenuhi sebelum masa jabatan berakhir,” ujarnya.
Bhayu juga menyebut, sejumlah program selama memimpin FISIP berhasil direalisasikan, mulai dari peningkatan fasilitas pendukung, capaian akreditasi unggul pada seluruh program studi S1 hingga pembukaan dua program magister baru.
Dalam pencalonannya sebagai rektor, Bhayu mengusung visi “Borneo Impact and Global Recognition” yang menitikberatkan pada penguatan peran UPR di Kalimantan sekaligus meningkatkan pengakuan internasional melalui kolaborasi dan prestasi akademik.
“Kita harus berpikir global tetapi tetap bertindak lokal atau think globally, act locally. Dari Borneo, kita ingin memberikan dampak yang lebih luas hingga ke tingkat internasional,” demikian Bhayu.
Baca juga: Pemkab Gunung Mas-UPR perpanjang kerja sama dukung program pembangunan
Baca juga: Pemkab Kapuas fasilitasi sosialisasi studi FEB UPR tingkatkan kompetensi ASN
Baca juga: 4.519 peserta Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Universitas Palangka Raya