Sampit (ANTARA) - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengajak seluruh umat Islam di daerah itu untuk melaksanakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi secara tertib, khusyuk dan tetap menjaga keamanan lingkungan agar perayaan keagamaan berlangsung aman serta penuh kekhidmatan.
“Pelaksanaan takbir hendaknya dilakukan atau diutamakan di masjid dan mushalla dengan tertib, hikmat serta menjaga kekhusyukan ibadah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT,” kata Ketua PHBI Kotim Sutimin di Sampit, Selasa.
Ia menyampaikan, pihaknya telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait pelaksanaan takbiran, Nomor 004/PHBI-KOTIM/V/2026 sebagai pedoman bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
PHBI mengimbau masyarakat agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai ibadah dan rasa syukur, bukan sebagai ajang hiburan yang berlebihan maupun kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam surat tersebut, PHBI memperbolehkan pelaksanaan takbir keliling, namun pelaksanaannya diminta dilakukan secara terbatas di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
“Apabila dilakukan takbiran keliling dilakukan di lingkungan masing-masing dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban dan tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kotim dorong penambahan kuota BBM subsidi untuk petani
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengarah pada tindakan hura-hura selama malam takbiran, termasuk mengonsumsi minuman keras, menyalakan petasan, membakar kembang api maupun melakukan balapan liar di jalan raya.
PHBI menilai tindakan tersebut dapat mengganggu ketenteraman masyarakat sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, terutama pada malam hari saat aktivitas masyarakat meningkat menjelang Idul Adha.
“Dilarang melakukan kegiatan yang mengarah pada hura-hura, minuman keras, penggunaan petasan, meniupkan terompet, membakar kembang api atau mercon dan kebut-kebutan di jalan raya,” tegasnya.
Sutimin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan untuk ikut mengawasi pelaksanaan malam takbiran agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak sangat penting untuk menjaga suasana Hari Raya Idul Adha tetap aman, damai dan penuh nilai keagamaan, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, PHBI Kotim juga meminta dukungan aparat keamanan seperti TNI, Polri dan Satpol PP agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas selama malam takbiran hingga pelaksanaan Hari Raya Idul Adha berlangsung.
“Momentum Hari Raya Idul Adha diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial serta menjaga keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian Sutimin.
Baca juga: Polsek Mentaya Hulu edukasi masyarakat Ngabe terkait larangan tambang ilegal
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Kotim ditargetkan rampung September
Baca juga: Warga Kotim diimbau waspadai oknum yang catut nama BPS