
Warga Kapuas Kembangkan Jamur Tiram

Kuala Kapuas, Kalteng, 10/12 (ANTARA) - Warga di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai mengembangkan budidaya jamur tiram, karena bahan baku media tanam berupa serbuk kayu gergajian cukup tersedia di daerah itu.
Kepala Seksi Pengembangan Buah dan Sayuran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distantura) Kabupaten Kapuas, Teguh Setio Utomo di Kuala Kapuas, Senin mengatakan, budidaya jamur tiram tersebut mulai dilakukan warga, karena harga jual di pasaran cukup mahal.
"Pengembangan jamur tiram di Kabupaten Kapuas ini cukup memungkinkan karena bahan baku untuk media tanamnya berupa serbuk gergajian cukup tersedia dan memiliki ekonomis yang tinggi," katanya.
Pengembangan jamur tiram ini bekerja sama dengan Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas, karena lokasi tempat pengembangannya berada di lokasi pemukiman transmigran di Kecamatan Dadahup yang pada awalnya mendapat fasilitasi pelatihan serta peralatan yang dibutuhkan.
"Kami memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani untuk pengembangan jamur ini berupa peralatan berupa alat rebus, kemudian alat pengepres serta beberapa peralatan lainnya," katanya.
Bibit jamur yang digunakan berasal dari Lembang Jawa Barat yang mulai dikembangkan pada tahun 2012 ini, ujarnya.
Ia mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa, jamur tiram memiliki eknomis yang tinggi dengan kisaran harga jual di pasar daerah itu paling rendah Rp40 ribu per kilogram.
"Saat ini, warga yang ingin mencari jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan terhadap sayur mayur sudah ada di jual di pasar yang ada Kapuas," katanya.
(T.KR-GR/C/I006/I006)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
