Logo Header Antaranews Kalteng

Barito Utara Kembali Dilanda Banjir

Jumat, 4 Januari 2013 15:38 WIB
Image Print
Ilustrasi (istimewa)
Air diperkirakan terus naik, karena di wilayah hulu atau di Kabupaten Murung Raya hujan terus turun,"

Muara Teweh, 4/1 (ANTARA) - Sejumlah kawasan dataran rendah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali terendam banjir akibat meluapnya Sungai Barito bersamaan dengan guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Di kawasan tempat tinggal kami mulai terendam banjir sekitar setengah kaki orang dewasa," kata seorang warga Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Fahry Fauzi, Jumat.

Banjir yang melanda Muara Teweh ini juga merendam sejumlah ruas jalan di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Merak, Jalan Mawar, Jalan Panglima Batur, Jalan Perwira dan Gang Paraguay Jalan Dahlia dengan ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga 0,5 meter.

Saat ini, kata Fahry, warga mulai berkemas-kemas untuk mengangkut sejumlah barang rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir.

Kawasan yang terendam banjir sekitar 0,5 meter terjadi di Jalan Merak dan Jalan Imam Bonjol Muara Teweh, kendaraan bermotor baik roda dua dan empat sudah tidak bisa lagi melewati jalan tersebut.

"Air diperkirakan terus naik, karena di wilayah hulu atau di Kabupaten Murung Raya hujan terus turun," katanya.

Selain Muara Teweh, kawasan yang terendam banjir musiman ini juga dipastikan merendam sejumlah kawasan yang berada di pinggiran Sungai Barito di antaranya Kelurahan Jambu dan desa-desa yang berada di dataran rendah.

Naiknya air Sungai Barito sepanjang 900 kilometer yang kawasan hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalteng dan bermuara di laut Jawa, ini juga telah mengganggu transportasi sungai terutama angkutan kapal dan tongkang bertonase besar.

"Mulai Kamis (3/1) semua angkutan tambang dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan karena permukaan air Sungai Barito di atas normal," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Barito Utara, Ferry Kusmiadi.

Kenaikan debit air di pedalaman Sungai Barito itu akibat curah hujan yang cukup tinggi terutama di wilayah utara Kabupaten Murung Raya (Mura) yang sejumlah desanya juga mulai terendam banjir serta sebagian lainnya karena air sungai meluap di kawasan Kabupaten Barut.

Ketinggian air permukaan Sungai Barito pada Jumat (4/1) siang yang tercatat di skala tinggi air (STA) di Muara Teweh mencapai 11.90 meter menunjukkan angka di atas normal sehingga tongkang dan kapal besar tidak bisa melintas di bawah jembatan sepanjang 270 meter yang dibangun pada 1990 itu.

"Untuk sementara transportasi sungai khususnya angkutan kapal bertonase besar dihentikan sampai kondisi air sungai turun minimal batas STA 11,50 meter," katanya didampingi petugas Teknis Lalu Lintas Sungai, Rizalfi.

Banjir kiriman ini juga terjadi pada awal Desember 2012 selama sepekan yang mengakit terendamnya sebanyak 13.056 rumah masyarakat, 56 masjid/langgar, 12 gereja, sembilan balai basarah, 73 sekolah serta puluhan kantor desa, puskesmas, pustu dan fasilitas umum lainnya.

(T.K009/B/M009/M009)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026