Wanda-masfuatun Batal Maju Dalam Pilkada Seruyan

id Wanda2

Ahmad Selanor Wanda (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny Nuelson Tumon)

Kami bingung, tiba-tiba rekomendasi mendukung Ahmad Ruswandi. Padahal yang bersangkutan sama sekali tidak pernah mendaftarkan dirinya ke DPC PPP Seruyan,"
Palangka Raya, 8/1 (ANTARA) - Pasangan Ahmad Selanor Wanda dan Masfuatun yang mendapat dukungan dari Partai Golkar batal maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Seruyan karena partai tersebut hanya memiliki tiga kursi di DPRD setempat.

"Saya menyatakan tidak ikut Pilkada Seruyan karena jumlah kursi dukungan di lembaga legislatif menjadi persyaratan utama. Persyaratan minimal empat kursi dari partai yang memberi dukungan," kata Wanda di Palangka Raya, Selasa.

Ia mengatakan, surat rekomendasi dari Partai Golkar telah dikembalikan, dan sekarang terserah partai tersebut apakah memberikan dukungan kepada kandidat lain yang ingin maju dalam Pilkada Kabupaten Seruyan nanti.

Wanda menyatakan sudah berupaya semaksimal untuk mendapatkan tambahan satu kursi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun dalam perjalanannya mengeluarkan rekomendasi yang isinya mendukung Ahmad Ruswandi sebagai calon bupati.

"Saya sudah berupaya semaksimal, tapi Tuhan berkehendak lain sehingga keinginan bersaing dalam Pilkada Seruyan harus saya batalkan," ucapnya.

Wanda sebelumnya optimis bisa maju sebagai calon dalam Pilkada tersebut dengan dukungan dari Partai Golkar yang memiliki tiga kursi di DPRD Seruyan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) satu kursi.

Apalagi pasangan Wanda yang nantinya bersaing dalam Pilkada tersebut adalah merupakan Ketua DPC PPP Kabupaten Seruyan, Masfuatun, yang juga merupakan Anggota DPRD kabupaten setempat.

"PPP tidak memberikan rekomendasi kepada kami dan memiliki pasangan yang pantas diusung, kemungkinan karena kami belum bisa mengikuti kemauan partai tersebut," jelas Wanda.

Sebelumnya DPC PPP Kabupaten Seruyan sempat melakukan aksi protes kepada DPW PPP Kalimantan Tengah (Kalteng) atas rekomendasi yang dianggap tidak sesuai mekanisme partai itu sendiri.

Wakil Ketua DPC Seruyan Mahmudin menyatakan menolak rekomendasi nama calon bupati yang akan diusung PPP, sebab isi surat tidak sesuai dengan hasil rapat pimpinan cabang (Rapimcab) Desember 2012.

"Kami bingung, tiba-tiba rekomendasi mendukung Ahmad Ruswandi. Padahal yang bersangkutan sama sekali tidak pernah mendaftarkan dirinya ke DPC PPP Seruyan," demikian Mahmudin.



(T.KR-TVA/B/S019/S019)

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar