Logo Header Antaranews Kalteng

Harga Daging Sapi Di Sampit Rp120.000/kg

Senin, 11 Februari 2013 16:11 WIB
Image Print
Ilustrasi (istimewa)
Meski pasokan sapi dari pulau Jawa sekarang sudah ada yang datang, anehnya hingga saat ini harga tidak turun-turun.

Sampit, Kalteng, 11/3 (ANTARA) - Harga daging sapi di sejumlah pasar Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sebulan terakhir belum juga turun masih bertahan tinggi Rp120.000/kg.

"Saya tidak tahu persis mengapa harga daging sapi sampai sekarang belum turun, yang jelas kami beli dari agen memang masih mahal," kata seorang pedagang daging sapi di Pasar Keramat, Kabupaten Kotim, Iyah di Sampit, Senin.

Menurut dia kenaikan saat ini terbilang lama karena biasanya ketika pasokan normal maka harga berangsur turun.

Sebelumnya, harga daging sapi saat kondisi normal hanya Rp80.000/kg. Namun akibat cuaca buruk di laut bulan lalu, pasokan sapi dari pulau Jawa ke Sampit terganggu karena kapal tidak bisa merapat sehingga harga melonjak tajam.

Meski pasokan sapi dari pulau Jawa sekarang sudah ada yang datang, anehnya hingga saat ini harga tidak turun-turun.

Dia mengakui, mahalnya harga dikeluhkan para pelanggannya yang rata-rata pelaku usaha kuliner.

Iyah sendiri mengaku tidak berani membeli daging dalam jumlah banyak dari agen karena melihat daya beli masyarakat cukup menurun akibat mahalnya harga daging sapi.

"Informasi yang saya dapat, stok di Jawa katanya sedang menipis sehingga pasokan ke Sampit memang ada tapi berkurang karena stok sedikit itu harganya menjadi naik," katanya.

Seperti diketahui, masih terbatasnya produksi sapi peternak lokal membuat Kabupaten Kotim masih harus mendatangkan pasokan sapi dari daerah lain seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sejumlah daerah di Jawa. Namun akibatnya, ketika pasokan terganggu maka harga daging sapi di Sampit langsung melejit.

Sementara, tidak hanya daging sapi, kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Jika dalam kondisi normal harga ayam hanya kisaran Rp28.000/kg, saat ini harganya mencapai Rp34.000/kg.

Sama seperti halnya daging sapi, kenaikan harga ayam potong ini juga terkait stok. Pasokan dari Banjarmasin, Kalsel berkurang dari biasanya sehingga harga mengalami kenaikan.

"Sekarang bulan Maulid Nabi (Rabiul Awal), mungkin permintaan ayam di Banjarmasin Kalsel juga tinggi karena di sana biasanya orang ramai melaksanakan peringatan Maulid Nabi sehingga kebutuhan ayam di sana meningkat, makanya pasokan ke Sampit berkurang. Kita di sini memang sering seperti itu, kalau pasokan dari Banjarmasin berkurang, harga biasanya naik," ungkapnya.

(T.KR-UTG/B/B008/B008)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026