
Barut Jual 2.246.838 Ton Batu Bara

Lebih dari dua juta ton batu bara ini produksi sepuluh investor pemegang izin kuasa pertambangan,"
Muara Teweh, 2/5 (ANTARA) - Penjualan batu bara yang dilakukan sejumlah perusahaan pertambangan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hingga April 2013 sebanyak 2.246.838,61 metrik ton.
"Lebih dari dua juta ton batu bara ini produksi sepuluh investor pemegang izin kuasa pertambangan," kata Kepala Bidang Pengawasan Tambang Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Juni Rantetampang di Muara Teweh, Kamis.
Juni menyebutkan produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng itu masih mengalami kendala angkutan karena selama ini masih mengandalkan transportasi Sungai Barito.
Angkutan tambang batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito yang menurun hingga tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar.
"Selain itu kalau debit air naik atau di atas normal, kapal tidak bisa melewati jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh karena bisa tersangkut," kata dia.
Kendala alam ini membuat angkutan tambang batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, belum maksimalnya produksi batu bara sejumlah investor juga terjadi akibat perizinan.
Di samping itu, operasional mereka juga terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan dan jalan angkutan tambang sehingga sejumlah investor menghentikan kegiatan untuk sementara.
"Kami mengharapkan masalah perizinan dan jalan tambang ini bisa segera diatasi sehingga pemanfaatan tambang batu bara di daerah ini lebih optimal," katanya.
Meski mengalami sejumlah kendala, namun penjualan batu bara pada periode Januari-Desember 2012 mencapai 3.919.385,99 metrik ton atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 2.399.563,22 metrik ton.
(T.K009/B/M009/M009)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
