
Kalteng Siap Kirim Peserta Lomba Sempoa Nasional

Kami rutin melaksanakan lomba ini untuk menghasilkan kader berkualitas di bidang sempoa,"
Sampit, Kalteng, 26/5 (Antara) - Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menyatakan siap mengirim pelajar terbaik untuk mengikuti lomba mental aritmatika sempoa tingkat nasional pada 6 September 2013 di Denpasar, Bali.
"Kami rutin melaksanakan lomba ini untuk menghasilkan kader berkualitas di bidang sempoa," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Guntur Talajan usai pembukaan lomba mental aritmatika sempoa di Sampit, Minggu.
Dia menyatakan mendukung pembinaan sempoa karena sangat positif bagi pendidikan. Sempoa melatih anak-anak cerdas serta berpikir cepat dan tepat. Pendidikan nonformal seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan.
"Saya bangga, prestasi peserta didik sempoa Kotim sangat baik. Saya juga bangga karena banyak anak Kotim meraih prestasi nasional dan internasional. Tahun lalu mendapat emas dan perak, tahun ini mudah-mudahan dapat emas lagi," katanya.
Pemilik sekaligus pengajar di Universal Megabrain Center (UMC) Sempoa Sampit, Budi Eko Musprijoto mengatakan, peserta yang dikirim ke Bali itu akan digembleng. Juara pertama hingga juara harapan diberi kesempatan jika ingin ikut perlombaan tersebut.
"Jadi semua kita beri kesempatan ikut seleksi itu karena kami menilai bukan hanya dari hasil lomba ini tapi juga harus ada mental dan keberanian. Setelah itu kami latih dua sampai tiga bulan dengan jadwal dua-tiga jam setiap minggu," kata Budi.
Prestasi terakhir yang dicapai siswa binaan UMC Sempoa Sampit adalah juara olimpiade di Kuala Lumpur, juara 1 level Higher. Kalau tidak salah sembilan piala pada 2011. Pada 2012 tidak mengikutkan karena persiapan lebih matang di daerah, katanya.
Sejumlah siswa binaan UMC Sempoa menjalani tes sesuai dilevel masing-masing dengan penilaian mengacu pada standar Malaysia dan China. Hasil tes tersebut diserahkan kepada tim dari Jakarta yang kemudian dilakukan penilaian secara independen.
"Hasil itu selanjutnya dikirim ke Malaysia. Jika memenuhi syarat, baru dikeluarkan sertifikat. Ini berarti kualitas anak yang lulus itu standarnya sama seluruh Indonesia bahkan Asia. Tidak ada rekayasa dan ini kita upayakan dua tahun sekali," kata Budi.
(T.KR-NJI/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
