
BPS: Inflasi Di Sampit Capai 2,66 Persen

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi pada periode Juli, antara lain bensin, cabai rawit, bawang merah, rokok kretek filter, udang basah, angkutan antar kota dan telur ayam ras,"
Sampit, Kalteng, 16/8 (Antara) - Inflasi yang terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Juli masih cukup tinggi, yakni tercatat sebesar 2,66 persen, kata Militan, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi pada periode Juli, antara lain bensin, cabai rawit, bawang merah, rokok kretek filter, udang basah, angkutan antar kota dan telur ayam ras," kata Militan di Sampit, Jumat.
Kenaikan harga bahan bakar minyak turut memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan. Selain itu, pasokan yang tidak stabil juga membuat harga sejumlah barang seperti cabai rawit dan bawang merah meningkat tajam, katanya.
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan gabus bawang putih, jagung muda, ikan patin dan nangka muda.
Militan mengatakan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Sampit Pada bulan Juli 2013 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Sampit terjadi inflasi sebesar 2,66 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 142,93 pada bulan Juni 2013 menjadi 146,73 pada bulan Juli 2013.
"Tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Juli) 2013 sebesar 6,74 persen dan tingkat inflasi year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) adalah 8,18 persen," tandasnya.
Inflasi di Sampit bulan Juli 2013 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 6,51 persen, kelompok bahan makanan sebesar 4,51 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 2,26 persen.
Selain itu, juga terjadi kenaikan indeks harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,30 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok sandang 2,36 persen; dan kelompok kesehatan 0,01 persen.
Di seluruh Indonesia, kata dia, ada 66 kota pemantauan/penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu seluruh ibukota provinsi ditambah dengan beberapa ibukota kabupaten/kota.
Dari 66 Kota IHK tersebut tercatat semua mengalami inflasi dengan Inflasi terbesar terjadi di ternate sebesar 6.04 dan terendah terjadi di singkawang sebesar 1,36. Secara nasional terjadi inflasi sebesar 3,29 persen.
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Juli) 2013 sebesar 6,75 persen dan tingkat inflasi year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) adalah 8,61 persen.
Dilihat dari delapan kota, pemantauan IHK di Kalimantan, pada Juli 2013 ini, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan dengan Inflasi sebesar 4.10 persen dan terendah di Kota Singkawang dan Pontianak yaitu sebesar 0.22 persen.
"Secara berurutan inflasi terjadi di Kota Samarinda 4.10 persen, Balikpapan 3.75 persen, Pontianak 3.36 persen, Tarakan 2.91 persen, Sampit 2.66 persen, Banjarmasin 2.24 persen, Palangka Raya 2.09 persen dan Singkawang 1.36 persen," ujar Militan.
(T.KR-NJI/C/F002/F002)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
