Logo Header Antaranews Kalteng

Pembunuh Empat Orangutan Masih Dalam Penyelidikan

Kamis, 19 September 2013 11:36 WIB
Image Print
Ilustrasi, (maritafirstatong.wordpress.com)Istimewa
Kami tidak menuduh perusahaannya, tetapi karyawannya yang bekerja di perusahaan itu tetap kami minta keterangannya, terkait aksi pembunuhan empat orangutan,"

Palangka Raya, 19/9 (Antara) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah dan pihak Kepolisian Daerah setempat hingga kini masih menyelidiki dan mengejar pelaku pembunuhan empat orangutan di Desa Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kami sudah bekerja sama dengan pihak Kepolisian Daerah setempat untuk menyelidiki kasus ini dan mengejar para pelaku pembunuhan empat orangutan, agar bisa terungkap siapa pelaku yang sebenarnya," kata Kepala Subbag Tata Usaha BKSDA Kalteng, Toto Sutiyoso di Palangka Raya, Kamis.

Ia menambahkan, pertama kali kejadian pembunuhan empat orangutan ini diketahui oleh pihak "Friends of the National Parks Foundation" (FNPF) yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada BKSDA dan pihak Kepolisian Daerah Kalteng.

Untuk saat ini pemanggilan saksi terkait pembunuhan empat orangutan di Desa Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat sudah dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah, dan masih dalam pengembangan penyelidikan, agar diketahui siapa oknum tersangkanya.

Karyawan PT. Bumi Langgeng Perdanatrada (BW Plantation Group) wilayah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat yang berdekatan dengan lokasi kejadian tersebut juga sudah dimintai keterangan.

"Kami tidak menuduh perusahaannya, tetapi karyawannya yang bekerja di perusahaan itu tetap kami minta keterangannya, terkait aksi pembunuhan empat orangutan," ujarnya.

Toto juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dalam kasus pembunuhan empat orangutan itu, sebab bila didiamkan permasalahan ini maka oknum yang tidak bertanggung jawab pasti akan melakukan aksinya kembali.

"Kematian empat orangutan itu, termasuk orangutan liar, bukan terlepas dari penangkaran taman nasional tanjung puting (TNTP), sebab, kawasan hutan yang ada di Kalimantan Tengah ini, khsusnya wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mulai habis dan untuk mencari makanan biasanya orangutan liar ini akan masuk ke kawasan lahan sawit untuk mencari makan dan memakan buah sawit yang ada disekitar lahan sawit," demikian Toto.

(T.KR-RON/B/C004/C004)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026