Logo Header Antaranews Kalteng

2.386 CPNS Barut Lulus Seleksi Administrasi

Jumat, 27 September 2013 16:21 WIB
Image Print
Ilustrasi. Tes Penerimaan CPNS (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari), Istimewa
Sebanyak 2.386 dari 2.651 orang pendaftar calon pegawai negeri sipil untuk merebut 171 formasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Barito Utara

Muara Teweh, 27/9 (Antara) - Sebanyak 2.386 dari 2.651 orang pendaftar calon pegawai negeri sipil untuk merebut 171 formasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tahun 2013 dinyatakan lulus administrasi.

"Berkas CPNS yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 130 berkas dan berkas tidak lengkap (BTL) sekitar 135 berkas," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barito Utara (Barut), Aspul Anwar di Muara Teweh, Jumat.

Rekapitulasi pelamar berdasarkan tingkatan pendidikan untuk S1, berkas tidak lengkap 90 orang, memenuhi syarat (MS) 1.783 orang, dan tidak memenuhi syarat 94 pelamar dengan jumlah pelamar kualifikasi pendidikan S1 sebanyak 1.967 orang.

Sedangkan lulusan pendidikan D3, berkas tidak lengkap sebanyak 45 orang, memenuhi syarat 603 orang dan tidak memenuhi syarat 684 berkas orang dengan jumlah pelamar pendidikan D3 684 orang.

"Para pelamar itu akan memperebutkan kouta tenaga guru 94 orang, kesehatan 59 orang dan tenaga teknis 18 orang," katanya didampingi Kabid Formasi dan Mutasi, Abdul Mutolib,

Aspul menjelaskan, materi ujian berupa Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari Tes Pengetahuan Umum (TPU), Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Ses Skala Kematangan (TSK).

Bagi calon peserta yang lulus administrasi, berhak mengikuti tes tertulis yang akan dilaksanakan pada 3 November 2013, sedangkan pengumuman pada 1 desember 2013 melalui BKD dan media cetak.

"Bagi yang melamar CPNS diminta segera melengkapi berkas administrasi yang telah ditetapkan hingga 29 September 2013," katanya.

Dia mengatakan, kabupaten pedalaman Sungai Barito ini memang masih membutuh tenaga guru dan kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah pedalaman.

Tahun ini, katanya, pihaknya tetap membuka lowongan untuk guru dan petugas medis khususnya dokter umum sebanyak tiga orang sengankan yang mendaftar sepuluh orang, dokter gigi yang dibutuhkan satu orang dengan pendaftar dua orang.

"Sedangkan dokter spesialis anak diperlukan satu orang hingga kini tidak ada pendaftarnya, meski selama beberapa tahun terakhir penerimaan CPNS formasi itu masih minim peminatnya," jelas dia.

Tenaga guru dan kesehatan memang sangat dibutuhkan untuk mengatasi keluhan masyarakat yang selama ini minim mendapat layanan kesehatan dan pendidikan, terutama di daerah terpencil.

Aspul juga meminta masyarakat jangan percaya dengan orang yang mengaku bisa meluluskan PNS. Pelamar diharapkan mengantisipasi sebelum menjadi korban penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

(T.K009/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026