
TMC Tabur 40,8 Ton Garam Di Kalteng

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Tim Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC telah menabur 40,8 ton garam di udara wilayah Kalimantan Tengah untuk merangsang tumbuhnya hujan sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di provinsi setempat.
Penaburan garam itu dilakukan selama 8 - 17 Agustus 2014 menggunakan pesawat Hercules A-1317 dan A-1318, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Muchtar di Palangka Raya, Senin.
"Informasi dari posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan memang sejak 12 Agustus belum ada hujan. Tim TMC akan tetap melakukan penaburan garam di udara," tambah Muctar.
Walau garam pembuat hujan telah ditabur merata di 14 kabupaten/ kota se-Kalteng, namun data Sipongi atau satelit NOAA-18 per 17 Agustus 2014 ditemukan 16 titik panas atau hotspot.
Kepala BPBD Kalteng itu mengatakan titik hotspot tersebut berada di Kabupaten Kapuas 2 titik, Kotawaringin Timur satu titik, Lamandau 3 titik, Pulang Pisau 3 titik, Seruyan 1 titik, dan Sukamara 6 titik.
"Tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di masing-masing kabupaten sedang memantau 16 titik hotspot tersebut. Kalau memang sudah ada api, maka akan langsung dilakukan pemadaman," kata Muchtar.
Kepala BPBD Kalteng itupun mengharapkan kepada semua elemen masyarakat agar bersama-sama mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan maupun hutan walau Tim TMC telah menabur garam pembuat hujan.
Dia mengatakan ditaburnya garam belum tentu akan langsung turun hujan karena tetap harus didukung awan, sehingga bantuan serta keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan.
"Sejak 1 sampai 17 Agustus 2014 titik panas di Kalteng memang baru 314, tapi batas toleransi dari Kementerian Kehutanan tahun ini 3.590 titik. Jadi, kami berharap agar semua pihak saling membantu," demikian Muchtar.
(T.KR-JWM/B/T007/T007)
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
