Logo Header Antaranews Kalteng

Barito Utara Akan Dirikan Pusat Promosi Kerajinan

Senin, 15 September 2014 08:31 WIB
Image Print
Ilustrasi, Kerajinan Tangan Khas Dayak (hidupiniseni.wordpress.com) Istimewa
Pusat promosi ini merupakan upaya pemerintah daerah menciptakan peluang pasar produk sehingga dapat dikenal secara luas,"

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah akan membangun pusat promosi aneka produk kerajinan unggulan setempat untuk menciptakan dan memperbesar peluang pasar.

"Pusat promosi ini merupakan upaya pemerintah daerah menciptakan peluang pasar produk sehingga dapat dikenal secara luas," kata Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Roosmadianor di Muara Teweh, Senin.

Menurut Roosmadianor, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya tahun ini rencananya menggunakan fasilitas bekas kantor Satpol PP di Jalan Panglima Batur Muara Teweh.

Namun karena letaknya kurang strategis berada di kawasan pasar tradisional Pendopo, sehingga sebagai pusat promosi kerajinan daerah tidak nyaman karena bau sampah

"Saat ini kami masih mencari lokasi yang representatif dan diharapkan paling lambat awal tahun 2015 nanti sudah dapat," katanya

Showroom sekaligus tempat Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Barito Utara tersebut nantinya akan dijadikan pusat promosi produk-produk unggulan seperti aneka produk kerajinan dan produk makanan olahan.

"Ini salah satu upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang produk unggulan. Adapun aneka kerajinan ini berupa kerajinan anyaman, souvenir khas Barito Utara sedangkan produk makanan akan bekerja sama dengan Dekranasda setempat," katanya.

Roosmadianor mengharapkan dengan adanya kerja sama ini, para perajin bisa meningkatkan hasil produknya untuk dipasarkan baik itu di dalam kota maupun luar daerah.

Bukan hanya itu saja, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap perajin yang berada di wilayah ini, walaupun ada kendala dalam meningkatkan hasil produksi dengan keterbatasan permodalan dan kurangnya ketrampilan perajin.

"Dengan keterbatasan itu, pihak terkait akan mencarikan solusi dengan memberikan fasilitas informasi akses permodalan ke pihak perbankan," kata dia.

Saat ini kerajinan rotan daerah itu menjadi unggulan yang diusahakan masyarakat dalam bentuk rambat dan anyaman rotan berupa tikar yang bermotif khas suku Dayak.

Pengembangan rotan ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong hilarisasi (pengembangan industrialisasi, promosi hingga pemasaran produksi rotan) dan penggunaan produk dalam negeri atau nasional.

"Program ini dilakukan tahun ini dan daerah mensinergikan program itu sesuai potensi daerah kita," katanya.


(T.K009/B/N005/N005)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026