Logo Header Antaranews Kalteng

Kemenhub Respons Wacana Program Transsampit

Senin, 6 Oktober 2014 20:22 WIB
Image Print
Sampit (Antara Kalteng) Wacana Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, untuk menyediakan angkutan umum yang digadang-gadang diberi nama Transsampit, ternyata direspons positif Kementerian Perhubungan.

"Pak Bupati sangat mendukung wacana ini, makanya kami usulkan ke Balai LLAJ-ASDP dan Kementerian Perhubungan, ternyata mereka menyambut baik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka bisa mengirim tim ke lapangan," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kotim, Fadlian Noor di Sampit, Senin.

Fadlian menjelaskan, wacana menyediakan angkutan umum yang refresentatif yang diusulkannya dengan nama Transsampit tersebut, dimulai dengan mengusulkan penambahan bus kepada Kementerian Perhubungan.

Saat ini Kotim memiliki tiga bus yang tiap hari digunakan untuk mengantar-jemput pelajar secara gratis. Namun tingginya peminat angkutan gratis ini membuat sebagian tidak bisa terlayani.

Untuk itulah Dishubkominfo mengusul penambahan enam unit bus tambahan kepada Kemenhub. Selain itu, usulan tambahan bus juga akan disampaikan melalui APBD kabupaten dan provinsi sesuai kebutuhan.

"Kalau ini disetujui, maka Transsampit bisa kita wujudkan. Jadi nanti bus-bus itu akan berkeliling melewati rute-rute yang telah ditetapkan. Untuk pelajar dan mahasiswa kita gratiskan, sedangkan untuk umum dipungut biaya. Tapi Pak Bupati juga mewacanakan jika memungkinkan, untuk umum diharapkan juga bisa digratiskan," sambung Fadlian.

Disebut meniru program angkutan Transjakarta, Fadlian tidak menampiknya. Menurutnya, tidak masalah meniru hal positif dari daerah lain jika memang bermanfaat untuk masyarakat di daerah ini.

Wacana ini tidak semata untuk memudahkan masyarakat mendapatkan transportasi gratis, tetapi juga membantu upaya semua pihak dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kotim yang lumayan tinggi, khususnya di kalangan usia produktif seperti pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, program Transsampit juga merupakan solusi jangka panjang untuk menghindarkan Sampit dari kemacetan lalu lintas seperti yang terjadi di kota-kota berkembang. Pasalnya, saat ini pertumbuhan kepemilikan kendaraan di Kotim sangat fantastis sehingga harus diantisipasi sejak dini untuk mencegah kemacetan.

"Sambutan kepala balai dan pejabat di Bina Sarana Transportasi Kemenhub cukup baik terhadap usulan kita ini. Mudah-mudahan saja ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat setelah mereka melakukan evaluasi di lapangan," harap Fadlian.




(T.KR-NJI/B/M009/M009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026