Logo Header Antaranews Kalteng

Tim BBM Ancam Tangkap Operator SPBU Nakal

Selasa, 21 Oktober 2014 12:34 WIB
Image Print
Ilustrasi - Penjagaan SPBU. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa) Istimewa
...operator SPBU yang nakal akan langsung diserahkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum,"

Sampit (Antara Kalteng) - Tim Pengendalian Distribusi Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyatakan tidak ragu menangkap jika ada oknum operator SPBU nakal dan berbuat curang.

"Kami tidak main-main, kalau diketahui ada operator SPBU yang nakal akan langsung diserahkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum," kata Koordinator Lapangan Tim BBM Kotim, Rudi Kamislam di Sampit, Selasa

Tim juga meminta masyarakat melaporkan jika mengetahui ada kecurangan mengingat personel Tim BBM terbatas.

Ditegaskan, tim BBM yang terdiri dari berbagai unsur seperti pemerintah daerah, Kepolisian, Kejaksaan, Polisi Militer dan masyarakat, akan terus melakukan pengawasan dan penertiban distribusi BBM bersubsidi.

Selain menyebar anggota untuk melakukan pemantauan di SPBU, pangkalan, APMS dan lokasi-lokasi lainnya, tim juga melakukan pengawasan secara diam-diam, apalagi jika ada informasi dari masyarakat terkait dugaan kecurangan.

Saat penertiban beberapa kali sebelumnya, puluhan kendaraan diamankan oleh petugas dan saat ini sedang diproses hukum di kepolisian. Tim merekomendasikan agar pelanggaran tersebut dijerat sanksi maksimal agar menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun pihak-pihak yang berniat melakukan penyimpangan BBM.

Dia berharap Pertamina juga peduli dan turut membantu upaya pemerintah daerah dalam menertibkan penyimpangan BBM bersubsidi. Apalagi Pertamina memiliki kewenangan besar untuk memberi sanksi terhadap SPBU nakal, misalnya dengan menghentikan pasokan.

Pertamina bisa turut mengawasi dengan memeriksa noksel terkait penyaluran BBM maupun mewajibkan SPBU memasang kamera tersembunyi atau CCTV (closed circuit television) untuk mendeteksi jika ada kecurangan di SPBU.

Terkait solusi penyaluran BBM di Kotim, menurut Rudi, sebenarnya ada solusi jika Pertamina bersedia menjalankannya. Dalam aturan terbuka peluang bagi Pertamina bekerjasama dengan pihak swasta membangun SPBU di titik-titik strategis sehingga memudahkan menjangkau distribusi hingga ke pedalaman.

"Pertamina bisa bekerjasama dengan pengusaha untuk membangun SPBU di kawasan pelosok. Kami sudah ada peta titik-titik yang strategis untuk dibangun SPBU agar mudah menjangkau distribusi hingga ke pelosok," jelas Rudi.

Rudi menegaskan, mengurai sengkarut distribusi BBM bersubsidi akan sulit dilakukan jika tidak kesamaan persepsi dan keseriusan semua pihak. Pemerintah daerah sangat berharap kepedulian semua pihak untuk membantu agar masalah ini secara bertahap bisa diatasi.


(T.KR-NJI/B/M019/M019)



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026