
Bupati Barut Ikuti Seminar Nasional Kongres Tani

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah Nadalsyah mengikuti seminar nasional kongres tani dan rapat kerja nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia 2015 di Balai Kartini Jakarta Selatan .
"Dalam kegiatan tersebut telah memutuskan 13 memorandum untuk menjawab sejumlah permasalahan di bidang pertanian di Indonesia," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut), Setia Budi ketika di hubungi dari Muara Teweh, Kamis.
Kongres Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini dibuka Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dan sebelumnya dibuka dengan dua sesi seminar yang dihadiri oleh ketua umum HKTI Oesman Sapta.
Selain itu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta perwakilan Bulog.
"Ke-13 memorandum tersebut di antaranya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional," katanya.
Budi menjelaskan, ke-13 memorandum itu adalah, pertama optimlaisasi sumber daya lahan dengan program pertanahan nasional untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi petani, seperti program optimalisasi lahan tidur dan redsitribusi lahan terlantar dan pemilik lahan.
Kedua mengusahakan agar saprotan seperti benih (unggul bersertifikat) pupuk, pestisida/obat-obatan pertanian selalu tersedia dalam jumlah dan tepat waktu serta memiliki harga yang mampu dijangkau petani.
Kemudian tersedianya alat mesin pertanian (alsintan) yang sesuai dengan kebutuhan terutama dalam mengatasi ketersediaan tenaga kerja dan memanfaatkan hasil teknologi pertanian tepat guna. Kemudahan bagi petani dalam memperoleh modal kerja dan lembaga sumber pembiayaan.
"Kelima yaitu untuk meningkatkan keterampilan pengetahuan dan produktivitas petani demi meningkatnya daya saing dalam bidang hasil pertanian dengan negara lain," katanya.
Dalam memorandum itu juga dinyatakan mendukung penguatan kelembagaan petani secara berkesinambungan. Mendorong pengembangan lembaga pendidikan petani baik secara mandiri maupun kerjasama dengan pihak lain seperti Depdiknas dan BUMN.
Budi mengatakan disamping itu untuk mendorong kinerja asosiasi dalam kerjasama dengan mitra kerja pelatihan-pelatihan, mengembangkan jaringan, kerjasama vertikal dan horizontal, sosialisasi serta promosi segenap pemangku kepentingan.
Mendorong terwujudnya kemitraan usaha petani dengan perusahaan swasta/BUMN dan pihak ketiga dalam rangka pemasaran hasil dan harga wajar yang diterima petani.
Dan mendorong penentu kebijakan untuk melaksanakan pembangunan pertanian yang berpihak dan melindungi petani dari perlakuan tidak adil dalam pemasaran dan harga-harga produk hasil petani.
Mengembangkan riset dan teknologi seperti infrastruktur, efisiensi, budidaya benih unggul, dan peningkatan mutu benih dengan sarana produksi serta informasi tentang pasar dan ekspor.
Selain itu menjalin kerjasama kemitraan usaha dengan swasta/BUMN atau pihak ketiga guna perbaikan mutu hasil dan harga yang wajar perlu dibentuk melalui wadah/lembaga koperasi.
"Selain upaya membentuk lembaga keuangan/Bank Tani yang memberi kemudahan petani untuk mengakses ke sumber pembiayaan usaha tani," kata Setia Budi.
***4***
(T.K009)
(T.K009/B/S019/S019) 09-04-2015 17:02:48
Pewarta : Kasriadi
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
