Logo Header Antaranews Kalteng

Rp52 Miliar Dana PSKS Disalurkan Ke Kalteng

Senin, 20 April 2015 16:23 WIB
Image Print
Ilustrasi. Puluhan masyarakat Palangka Raya antri di Kantor Pos menunggu pencairan dana PKH, Sabtu, (18/4). FOTO ANTARA Kalteng/Jaya Wirawana Manurung
Setiap RTS menerima dana sekitar Rp600 ribu untuk tiga bulan pertama. Mulai dari Januari, Februari dan Maret. Pantauan di lapangan penyaluran dana PSKS itu tidak ada masalah,"

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dana sebesar Rp52 miliar lebih telah disalurkan Pemerintah Pusat kepada 83.361 rumah tangga sasaran penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera yang ada di provinsi Kalimantan Tengah.

Penyaluran dana tersebut telah dilaksanakan sejak 1 April 2015 melalui kantor pos yang ada di seluruh provinsi ini, kata Kepala Dinas Sosial Kalteng Guntur Talajan, Senin.

"Setiap RTS menerima dana sekitar Rp600 ribu untuk tiga bulan pertama. Mulai dari Januari, Februari dan Maret. Pantauan di lapangan penyaluran dana PSKS itu tidak ada masalah," ucapnya.

Berdasarkan data Dinsos Kalteng, penerima PSKS di provinsi ini terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 23.473 RTS, Kapuas 11.922 RTS, Pulang Pisau 6.821 RTS, Palangka Raya 5.542 RTS dan Katingan 4.510 RT.

Kemudian Kabupaten Murung Raya 4.296 RTS, Barito Utara dengan 3.576 RTS, Seruyan 3.243 RTS, Barito Timur 2.926 RTS, Barito Selatan 2.834 RTS, Lamandau 2.813 RTS, Gunung Mas 2.506 RTS, dan Sukamara 1.524 RTS.

"Kami berharap masyarakat yang menerima dana PSKS ini dapat memanfaatkannya dengan baik, menyekolahkan anakn dan mampu meningkatkan perekonomian keluarganya," kata Guntur.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Palangka Raya Surya Hambali mengatakan pengambilan dana PSKS masih menggunakan KPS dan datanya masih yang lama tahun 2011.

Sedangkan mengenai kartu sakti, pihak Kantor pos belum dapat menerapkan karena untuk provinsi di wilayah Kalimantan hanya Balikpapan yang telah menggunakannya

"Kartu sakti kan memang belum ada dibagikan ke Kalteng sebagai ganti KPS. Kalau itu sudah datang ya tentunya dengan data yang baru juga karena data 2011 ini kan sudah lama sekali," ucap Surya.


(T.KR-JWM/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026