
Jelang Ramadhan di Sukamara Harga Daging Naik

Sukamara (Antara Kalteng) - Menjelang bulan Ramadhan 1436 H/2015 M, berbagai kebutuhan baik sembako mengalami kenaikan, bahkan harga daging merangkak naik hingga mencapai Rp 125 ribu per kilogramnya diikuti dengan jenis daging lainnya.
Fahri, salah seorang warga Sukamara Kalimantan Tengah mengatakan harga semua jenis daging di pasar sayur dan ikan (Saik) Sukamara memasuki bulan Ramadhan ini merangkak naik dan kenaikan itu cukup tinggi kalau dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya.
"Daging sapi yang sebelumnya seharga Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram, begitu juga dengan harga daging rusa yang biasanya hanya Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu perkilo kini naik menjadi Rp 70 hingga Rp 75 ribu per kilogramnya.
Begitu juga daging ayam buras yang biasa Rp 35 ribu kini naik menjadi Rp 45 ribu, sedangkan daging ayam ras atau ayam kampung yang biasa Rp hanya Rp 50 ribu kini naik menjadi Rp 70 ribu perkilonya kata Fahri di Sukamara.
Menurutnya, kenaikan harga daging saat ini dipengaruhi adanya kenaikan harga sembako yang terlebih dahulu mengalami kenaikan. Selain itu kenaikan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingginya kebutuhan akan daging sapi maupun ayam saat menjelang puasa maupun Lebaran nanti sehingga harga meroket.
"Banyak faktor yang menyebabkan kenaikan-kenaikan harga daging antara lain adalah konsumsi masyarakat akan daging yang meningkat tajam pada saat bulan puasa dan menjelang Lebaran, di samping ketersediaan daging yang terbatas di pasar, sebab pemotongan sapi sangat terbatas, ucap Fahri
Selama ini kebutuhan akan daging hanya diperlukan sekelumit orang saja seperti restoran, warung makan, pedagang pentol daging. Namun saat memasuki puasa apalagi menjelang lebaran konsumen bukan hanya itu saja akan tetapi masyarakat lainnyapun membutuhkan sehingga kebutuhan daging akan meningkat dan meningkatnya permintaan akan menaikkan harga daging di pasaran.
Kenaikan harga daging di pasar pada saat bulan Ramadhan maupun menjelang lebaran sudah biasa terjadi selama ini, selain itu atas kenaikan harga daging maupun sembako masyarakat tidak terlalu peduli, yang terpenting baik daging maupun sembako tetap ada di pasaran.
"Memang harus diakui banyak masyarakat yang tidak ambil pusing akan kenaikan harga daging maupun sembako, namun tidak semua masyarakat mampu untuk membeli daging dengan harga tinggi, oleh sebab itu seharusnya pemerintah dapat mengrem harga agar tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat kecil tidak ada keluhan, ujar Fahri.
Pewarta : Gusti Jainal
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
