
Pengerukan Sungai Jelai Sukamara Disosialisasikan

Sukamara, (Antara Kalteng) - Puluhan Warga Desa Pulau Nibung Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara mengikuti sosialisasi pengerukan Sungai Jelai yang diadakan pemerintah Desa Pulau Nibung dan beberapa Perusahaan swasta yang berada di wilayah Kabupaten Sukamara.
Kades Pulau Nibung, M Ilmi mengatakan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat desa pulau Nibung mamu menanyakan dan meminta penjelasan kepada pihak terkait untuk pelaksanaan kegiatan pengerukan di alur sungai Jelai tersebut.
"Kita mengharapkan sosialisasi ini masyarakat hendaknya mengetahui persis terkait pelaksanaan kegiatan pengerukan ini agar bisa saling mendukung untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan pengerukan tersebut," kata M Ilmi di Sukamara, rabu
Sementara itu di tempat yang sama Tim Pengerukan Pemkab Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan bahwa upaya pengerukan alur Sungai Jelai di beberapa titik pendangkalan dilakukan pihak terkait yang dikoordinasi pemerintah daerah Kabupaten Sukamara bertujuan untuk memperlancar jalur transportasi sungai, terutama bagi angkutan sembako dan hasil perkebunan.
"Salah satu jalur distribusi perekonomian masyarakat adalah jalur sungai ini sehingga perlu prioritas penanganan untuk memperlancar angkutan dan transportasi angkutan sembako dan juga hasil-hasil perkebunan," kata Rendy.
Dampak dari terhambatnya arus transportasi angkutan sembako dan hasil-hasil perkebunan dapat memberikan dampak yang merugikan masyarakat karena dengan terlambatnya pengiriman atau pasokan sembako ke tujuan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak.
Untuk pengerukan ada beberapa titik yang mengalami pendangkalan, titik-titik tersebut di antaranya pada muara laut yang sampai masuk sungai Jelai dan kalau dihitung di muara berdasarkan titik titik tersebut mencapai dari titik 0 750 900 meter, sedangkan kedalaman pendangkalan 160 cm hingga 250 cm.
Sedangkan Titik yang lainnya yang mengalami pendangkalan berada di pulau Sangkut dimana dari titik satu sampai dengan titik kedua, panjangnya 950 m 1.500 m, sedangkan kedalaman hanya 120 cm hingga 200 cm, dan titik inilah yang akan dilakukan pengerukan.
Untuk dana pengerukan ini bukan berasal dari APBD maupun APBN, akan tetapi dana tersebut merupakan murni dari pihak perusahaan perkebunan yang ada di wilayah Sukamara dan Ketapang yang tentu memiliki kepentingan terhadap alur sungai Jelai.
Sementara itu pelaksana kegiatan PT Bahtera Kaltim, Jalil Jalaludin mengatakan bahwa saat pelaksanaan pekerjaan yang diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan tersebut tidak akan mengganggu jalur transportasi sungai yang biasa melintasi wilayah tersebut meskipun pekerjaan dilakukan saat siang dan malam hari.
"Kami akan memasang rambu-rambu disekitar wilayah area pekerjaan pengerukan alur sungai sehingga tidak akan mengganggu aktifitas masyarakat dan pihak-pihak terkait yang biasa menggunakan sungai tersebut," kata Jalil.
Pewarta : Gusti Jainal
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
